Kanker Sumsum Tulang Belakang sembuh dengan Melia Propolis dan Melia Biyang


Pada akhirnya, beliau diperkirakan meninggal September 2008. Meskipun begitu sikapnya yang murah senyum dan semangatnya untuk sembuhnya, telah membuat salah seorang wartawan media wanita, meliput dan menyiarkannya untuk menggalang dana pengobatannya. Kebetulan sekali, majalah yang memuat berita Tumirah ini terbaca oleh salah seorang downline Ibu Safrida, yang dengan serta-merta datang menjenguk dan sekaligus mencobakan Melia Propolis dan Melia Biyang.
Tidak perlu diperpanjang, singkat cerita setelah 6 bulan menjalani terapi Melia Propolis dan Melia Biyang, Ibu Tumirah untuk pertama kalinya mampu bangkit dari kursi roda dan berjalan untuk menolong anak semata-wayangnya yang ketika itu jatuh dan menangis. Hingga kini Ibu Tumirah tetap rajin mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang dengan dosis lumayan tinggi, mengingat metastasis kankernya yang sudah cukup menghawatirkan.
Yang jelas sekarang Ibu Tumirah sudah merasa bukan sebagai pasien, tetapi ‘mantan’ penderita kanker yang memiliki penghasilan harian cukup lumayan. Satu pesan menarik dari beliau adalah: “Saya, Tumirah, dengan segala kelemahan sebagai penderita kanker telah membuktikan manfaat Propolis dan Biyang. Tumirah mampu menjalankan bisnisnya, apalagi “Bapak – Ibu” sekalian, pasti jauh lebih mampu menyebar luaskan informasi kesehatan ini untuk seluruh masyarakat luas di sekitar Bapak – Ibu, sekalian.”
Salam Sukses dari Bogor.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar