Laman

Rabu, 12 Agustus 2015

Kandungan Fungsional Propolis

Hingga sekarang, ada sekitar 300 senyawa yang sudah berhasil diidentifikasi terdapat di dalam propolis. Berikut ini adalah pengelompokan senyawa-senyawa tersebut yang selanjutnya dikenal sebagai kandungan dasar propolis: asam-asam fenolat, flavonoid, terpene, senyawa lemak-lilin, lilin lebah, kandungan biologi dan komponen-komponen lain seperti vitamin, protein, asam amino dan gula [4, 8, 11].



Komponen fenolik umumnya merupakan komponen terbesar dari zat berkasiat propolis baik dalam jumlah maupun tipe. Diantaranya adalah asam-asam fenolat, aldehida fenolat, fenol dan bentuk esternya, ketofenol, coumarin dan senyawa-senyawa oain termasuk eugenol, anethole-hydroquinone, pterostilbene, naphthalene, dan lain-lain [3, 4, 12]. Menurut hasil penelitian para peneliti Polandia, kandungan komponen polyphenolic dalam propolis domestic mencapai 58% dan dalam bentuk kondensasi mencapai 78% [13, 14].

Asam-asam fenolat dalam propolis tipe poplar terutama berbentuk asam bensoat dan asam sinamat bersama dengan senyawa-senyawa turunannya. Dianta turunan yang umum dari asam bensoat adalah p-hydroxy-benzoic acid, p-methoxybenzoic acid (juga disebut dengan anisic acid) dan gallic acid. Selanjutnya, prootocatechuic acid, salicylic acid, gentisic acid, 3,4-dimethoxybenzoic acid, vanillic acid dan 2-amino-3-methoxybenzoic acid juga ada [1,4].

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com. Unduh formulir ordernya SINI

Diantara turunan asam sinamat yang umum ditemukan dalam propolis Polandia adalah caffeic acid, ferulic acid, p-coumaric acid, isoferulic acid dan 3,4-dimethulcinnamic acid. Bagian dari kandungan tersebut senyawa-senyawa berikut ditemukan dalam propolis Polandia: o-coumaric acid, m-coumaric acid, coumaric acid, cinapic acir, hydrocaffeic acid, dan cinnamyldeneacetic acid [14,15]. Pada tahun 2002 Maciejewicz et al. [16] mengidentifikasi 4-hydroxybutiric acid (4-hydroxybotanoic acid), 3-hydroxybutiric acid (3-hydroxybutanoic acid) untuk pertama kali, seperti halnya phytalic acid, 4-hydroxyhydrocinnamic acid (phenyllactic acid), imidazole dan phenetole dalam sampel Propolis dari Polandia Selatan.

Alkohol-alkohol fenol yang ada dalam propolis meliuti benzyl dan cinnamyl alcohol, juga coniferyl akohol, coumaryl alcohol dan cyclohexanol. Alkohol fenol menghasilkan ester, yang sangat banyak jumlahnya dalam propolis Polandia. Ester aromatik yang penting adalah benzyl ester asam benzoate, eter ester cinnamic acid dan caffeic acid dan phenylmethyl ester benzoic acid [1]. Acetophenone dan methylacetophenone adalah bentuk ketophenol yang diketemukan dalam propolis. Diantara aldehida fenolik adalah vanillin dan isovanillin. Kadang-kaang benzoate, sinamat, p-coumarat dan coniferil aldehida juga teridentifikasi [4].

Bagian dari senyawa-senyawa fenolik adalah phenylvinyl dan eter phenyl-p-methoxyvinyl juga diketemukan dalam propolis, demikian juga senyawa mirip coumarin, coumarin dan daphnetin [5,6].

Diantara eter aromatik dalam propolis yang dominan adalah sebagai berikut: cinnamic acid ethyl ester, ethyl ester benzoic acid, salicylic acid phenylmethyl ester, dan benzoic acid phenylmethyl ester [1].

Kelompok senyawa yang ada dalam propolis Eropa adalah flavanoid, yaitu senyawa dengan karakter multifenol. Dobrowlski et al. menemukan sebanyak 38 macam flavonoid dalam propolis [17]. Flavonoid dalam propolis aglycone dari senyawa glycoside yang ada di dalam tumbuhan. Sambil mengumpulkan bahan propolis, lebah mengeluarkan ?-glucosidse, yang menghidrolisis glycoside dari flavonoid menjadi aglycones dan gula-gula [13,18].

EEP rata-rata mengandung 6 sampai 9 macam senyawa flavonoid [1,17]. Maciejewicz et al. mengidentifikasi 9 flavonoid dalam propolis Polandia: tectochrysin, pinocembrin, chrysin, galangin, genkwanin, apigenin, kaempferol, dan 5-hydroxy-4′,7-dimethoxyflavone. Mereka juga mengisolasi pilloid dan pinostrobin chalconefor untuk pertama kali [19].

Selain dua kelompok senyawa penting tersebut – asam-asam fenolat dan flavonoid – berdasarkan kandungan yang dapat dijadikan penciri tipe propolis poplar, di dalam propolis juga terdapat terpene. Kandungan terpene di dalam propolis biasanya rendah, hanya sekityar 0.5%. Senyawa terpene yang terdapat dalam propolis yang telah berhasil diisolasi adalah monoterpene, sesquiterpene dan triterpene. Monoterpene dalam propolis diataranya geraniol, nerol dan borneol, sesquiterpene-nya berupa β-eudesmol, α-acetoxybetulenol, β-bisabolol, kariofilen, guaiol, guaiene, β-selinene dan farnesol, sedangkan treterpenenya sequalene dan glutinol [10,15,20]

Selanjutnya adakelompok zat terdapat dalam popolis yang disebut dengan lilin nabati atau zat lilin-lipida. Lilin nabati terdiri atas sterol, asam lemak dan bentuk ester-nya, khususnya ester-ester dari asam fenolat dan glycerol [21]. Maciejewicz et al. mengisolasi stigmasterol, cholinasterol, fucosterol dan dihydrofucosterol [21]. Asam-asam lemak yang terdapat dalam propolis diantaranya 10-hydroxyl-Δ-2-decenoic acid yang berasal dari lebah layak untukdiperhatikan. Fraksi lilin-lemak dari propolis yang berupa hidrokarbon jenuh antara lain heptadecane, octadecane, eicosane, dan tricosane; yang berupa hidrokarbon tidak jenuh misalnya cholestrilene dan eicosene [4,13]. Propolis mengandung banyak lilin lebah, yang terkomposisi dari ester-ester alcohol tingkat tinggi dan asam lemak, sebagaimana dengan aliphatic hydrocarbon. Komponen utama lilin lebah adalah ester myricyl dari asam-asam palmitat dan cerotat, cerotat dan asam melissat. Lilin lebah juga mengandung sedikit alcohol. Lakton, carotenoid, ester cholesterol dan flavonoid. Flavonoid yang terdapat dalam lilin lebah adalah chrysin yang memberi warna khas pada lilin lebah [13,15].

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com. Unduh formulir ordernya SINI

Komponen-komponen lain yang terkandung di dalam propolis adalah unsur makro dan mikro. Sekitar 30 unsur telah ditemukan terkandung di dalam propolis. Kandungan unsure yang cukup besar adalah Ca, Mg, Zn, Cu, Si, Fe an Al [4,22]. Propolis juga mengandung kelompok vitamin B bersama-sama dengan vitamin C, D, PP dan E, seperti halnya dengan vitamin A (β-carotene). Sejumlah kecil enzim-enzim juga diketemukan di dalam propolis, seperti α-amilase, β-amilase, α-lactamase, β-lactamase, maltase, esterase dan transhydrogenase [10,14]. Keberadaan emzim-enzim tersebut terkait dengan penambahan sekresi dari glandular (kelenjar-kelenjar pencernaan) lebah ke dalam propolis. Ada kemungkinan juga enzim-enzim itu berasal dari serbuk sari yang dikumpulkan lebah (bee pollen) [1]. Kandungan protein total dalam EEP rata-rata 2.8% [1]. Asam amino yang terdapat di dalam propolis ada 17 macam, tetapi sangat sedikit jumlahnya [4]. Khir-akhir ini diidentifikasi asam piroglutamat (pyroglutamic acid) – asam amino khas bangsa lebah. Di dalam propolis juga terdapat polisakarida – patidan juga disakarida dan monosakarida seperti saccharosa, glucose, fructose, rhamnosa, ribose, talosa dan gulosa [13].

Komponen penting dari propolis Polandia yang menentukan kualitas dan tipe adalah polifenol, termasuk asam fenolat dan flavonoid. Senyawa-senyawa ini menunjukkan kasiat antioksidatif yang sangat kuat dan aktivitas biologi lainnya yang sangat tinggi. Aktivitas antioksidatif polifenol tergantung pada strukturnya [11,14].

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com. Unduh formulir ordernya SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar