Laman

Tampilkan postingan dengan label anti jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anti jamur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori

2. Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis selama bertugas di Papua dan Kalimantan].

3. Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model, indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari, P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari, P.O.) dan acetyl salicylic acid (100 mg/kg/hari, P.O.).  Dalam edema kaki belakang tikus carrageenan, yang dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.) menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200 mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah injeksi carrageenan. Dari hasil ini disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis  dan akut (Park dan Kahng, 1999).

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur


B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti.  Para peneliti menemukan bahwa senyawa tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994).  Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al., 1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang disebut melliferone, tiga triterpenoid yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic  dan betulonic acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes. Moronic acid menunjukkan aktivitas anti-HiV yang signifikan (Ito et al., 2001).