Laman

Tampilkan postingan dengan label radikal bebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radikal bebas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2019

Ramadhan 1440 H

Ramadhan 1440 H segera datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Anti Agen Penyebab Tukak atau Tukak


4. Anti Agen penyebab Tukak (Borok)
Madu dan propolis sebagai pengelola luka-luka (ulcers) kronis pada kulit sudah ditemukan dan dilaporkan oleh Tossoun et al. (1997). Pengaruh penghambatan propolis Bulgaria pada bakteri Helicobacter pylory secara in vitro telah ditelitioleh Boyanova et al. (2003).  Aktivitas dari ekstrak etanol propolis (EEP) 30% telah dievaluasi pada 38 H. pylori yang diisolasi secara klinis dengan metode difusi “agar-well”. Etanol 30% digunakan sebagai kontrol.  Selain itu, pengaruh propolis pada pertumbuhan 26 strain H. pylori dan 18 strain Campylobacter telah diuji dengan metode difusi cawan petri (disc diffusion dengan menggunakan 30, 60, dan 90 µl EEP atau 30 µl per lubang (well) masing-masing dengan ukuran pertumbuhan 17.8, 21.2, 28.2 dan 8.5 mm. EEP secara signifikan melih aktif dibanding etanol melawan H. pylori (P < 0.001). Hasil-hasil yang diperoleh dengan metode difusi cawan menunjukkan karakter yang sama. Penggunaan propolis basah (moist) menghasilkan diameter penghambatan pertumbuhan sebesar 21.4 mm untuk H. pylori dan 13.6 mm untuk Campylobacter spp.  Propolis kering menunjukkan efek antibakteri terhadap 73.1% isolat H. pylori, dengan kecenderungan penghambatan diameter pertumbuhan (15 mm) pada 36.4% isolat lainnya. Penggunaan propolis kering menunjukkan penghambatan diameter pertumbuhan 12.4 mm untuk H. pylori  dan 11.6 mm untuk Campylobacter spp. Mereka menyimpulkan bahwa propolis Bulgaria menunjukkan aktivitas anti bakteri yang perlu dipertimbangkan untuk H. pylori dan dapat menghambat pertumbuhan Campylobacter jejuni dan C. coli (Kimoto et al., 1998).

Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori

2. Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis selama bertugas di Papua dan Kalimantan].

3. Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model, indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari, P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari, P.O.) dan acetyl salicylic acid (100 mg/kg/hari, P.O.).  Dalam edema kaki belakang tikus carrageenan, yang dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.) menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200 mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah injeksi carrageenan. Dari hasil ini disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis  dan akut (Park dan Kahng, 1999).

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur


B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti.  Para peneliti menemukan bahwa senyawa tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994).  Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al., 1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang disebut melliferone, tiga triterpenoid yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic  dan betulonic acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes. Moronic acid menunjukkan aktivitas anti-HiV yang signifikan (Ito et al., 2001).

Aktivitas Propolis: Anti Mikroba


1. Aktivitas Anti Mikroba

A. Antibakteri
Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al., 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).

Jumat, 21 April 2017

SPEK MELIA PROPOLIS

PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
 
Harga member (kulakan ke STOKIS):
 
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
 
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
 

Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
 
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
 
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
 
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
 
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
 
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
 
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
 
 

--------------------------------
Peluang Penghasilan: 
1. RITEL (RESELLER) margin harga  konsumen - harga member minimal 10%
 
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
  1. Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
  2. Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
  3. Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Berminat? Silakan email ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 12 Agustus 2015

Anti Stroke

Efek Antiaterogenik (penyumbatan arteri)

Flavonoid juga menampilkan efek anti agregatif platelet darah. Ini terjadi kemungkinan karena propolis memecahkan reaksi berantai oksidasi lipid yang diinisiasi oleh radikal bebas. Telah terbukti bahwa anion superoksida memperpendek periode paruh yang diturunkan pada endothelium-derived relaxing factor (EDRF), yang ditandai dengan efek antiaggregative dan relaksasi pada pembuluh darah. Radikal bebas hidroksil juga menghambat prostasiklin sintetase yang bertanggung jawab dalam transformasi peroksida prostaglandin ke prostasiklin, yang bertindak sama dengan EDRF. Terlepas dari kemampuan untuk mengurangi produksi radikal bebas dan aktivitas antiaggregative, flavonoid juga kemungkinan besar memiliki kemampuan membentuk ikatan dengan trombosit darah [91,92].

ANTI PERADANGAN

Aktifitas Anti-Inflammatory (anti peradangan)

Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37] .


Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2, leukotrien B4 dan NO (nitric oxide II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2, lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase (COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin [44,66-68].

Antibiotik Alami SUPER

Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik alami)

Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
 

Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya


Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2* dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41]. Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak). Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis, perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS dan RNS) [39,46].
 

Flavonoid dalam Propolis

Flavonoid adalah kelompok polifenol yang sangat banyak jumlahnya, bervariasi dalam dengan struktur dan sifatnya. Flavonoid adalah zat asal tumbuhan yang paling luas penyebarannya [36,37]. Elemen dasar dari struktur flavonoid adalah unit C6-C3-C6 yang terdiri dari 15 atom C, yang mencakup cincin benzoat dan unit fenilpropana (phenylpropane) [38].
 

Kandungan Fungsional Propolis

Hingga sekarang, ada sekitar 300 senyawa yang sudah berhasil diidentifikasi terdapat di dalam propolis. Berikut ini adalah pengelompokan senyawa-senyawa tersebut yang selanjutnya dikenal sebagai kandungan dasar propolis: asam-asam fenolat, flavonoid, terpene, senyawa lemak-lilin, lilin lebah, kandungan biologi dan komponen-komponen lain seperti vitamin, protein, asam amino dan gula [4, 8, 11].



Selasa, 11 Agustus 2015

Review Propolis Polandia


Terjemahan  artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and Grazyna Swierczek-Zieba1 
  1. Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085 
  2. Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia 
  3. Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia 
  4. Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland

RINGKASAN

Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri, anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik, anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi reparative-regeneratifnya.

Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid

Rabu, 05 Agustus 2015

Kasiat Utama Propolis #2: Antioksidan

Aktivitas Propolis sebagai Antioksidan

Hal ini juga ditetapkan bahwa metabolisme sel menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS), seperti hidrogen peroksida (H2O2), anion superoksida, dan ion hidroksil yang sangat reaktif, serta spesies nitrogen reaktif (RNS), terutama nitrat oksida (NO). ROS dan RNS adalah molekul sinyal yang ideal karena mereka dihasilkan secara lokal, sangat cepat dan diffusible, dan dapat dinetralkan oleh antioksidan seluler [1, 2]. ROS biasanya didetoksifikasi oleh enzim intraseluler, seperti glutathione, superoksida dismutase, katalase dan [3]. Namun, produksi tidak seimbang dan degradasi ROS dan RNS dapat mengakibatkan akumulasi spesies ini reaktif, sering disebut stres oksidatif sebagai. Paparan makromolekul (lipid, protein, DNA, dll) untuk reaktif hasil spesies dalam modifikasi oksidatif dengan efek merusak [4, 5].