PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan, berupa Melia Propolis dan Melia Biyang. Keduanya dipasarkan dalam jaringan (MLM), tetapi member bisa memasarkannya secara retail kepada konsumen bebas dengan cashback sekitar 25% dari harga member. Merlia Propolis tersedia dalam kemasan botol 6 ml, 30 ml dan 55 ml. Untuk penghitungan konsumsi selama berpuasa digunakan kemasan 6ml. Melia Biyang tersedia dalam kemasan botol 15 ml.
Tampilkan postingan dengan label antioksidan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label antioksidan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Mei 2019
Bugar Berpuasa
Label:
antibiotik,
antioksidan,
awet muda,
bugar puasa,
flavonoid,
halitosis,
herbal,
maag,
melia biyang,
melia propolis,
MLM,
multi level marketing,
napas tak sedap,
pemulung,
pituitary,
puasa,
ramadhan
Selasa, 25 September 2018
Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis
A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada
Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang
berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik
CAPE pada sel-sel colon
adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis,
tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC).
Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan
struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE
(6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga
menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase
(MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan
CAPE (6 µg/mL). Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari)
pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan
level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival
capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut
menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent
antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat
bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara
angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh
suatu anti-inflammatory. Ekstrak
etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu
komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya
menggunakan assay membran chorioallantoic
embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial
betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay
CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas
anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh
anti-inflammatoty (Song et al., 2002)
Aktivitas Propolis: Antitumor
5.
Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan
menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin
C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan
sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini
juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus
gundul”, efek artepillin C yang
paling nyata terlihat pada carcinoma dan melanoma
malignant. Apoptosis, mitosis
abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan
observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan
pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total
Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune
dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
CAPE,
propolis,
ROS,
SOD
Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori
2.
Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol
propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide
propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma
cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu
menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis
selama bertugas di Papua dan Kalimantan].
3.
Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak
etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model,
indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari,
P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan
arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek
analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan
dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari,
P.O.) dan acetyl salicylic acid (100
mg/kg/hari, P.O.). Dalam edema kaki
belakang tikus carrageenan, yang
dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.)
menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200
mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah
injeksi carrageenan. Dari hasil ini
disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis dan akut (Park dan Kahng, 1999).
Sabtu, 30 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Anti Mikroba
1.
Aktivitas Anti Mikroba
A. Antibakteri
Banyak peneliti
telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain
Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki
aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki
aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al.,
1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
HiV,
melia propolis,
propolis,
radikal bebas,
regenerative
Senin, 25 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Kandungan kimia
Konstituen
kimia Propolis
Propolis adalah
resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas
poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika
dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev,
1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai
dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat
gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis
dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi
menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia
propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung
β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones,
flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al,
1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).
Aktivitas Propolis: Pendahuluan
PENDAHULUAN
Propolis adalah
campuran resin yang dikumpulkan dari pepohonan oleh Apis mellifera (lebah madu), yang digunakan sebagai bahan isolasi bangunan
di sarang lebah serta untuk menjaga kesehatan yang baik di dalam sarang (Greenaway
et al., 1990). Ia memiliki manfaat farmakologi yang penting dan dapat digunakan
untuk berbagai keperluan sebagai anti-inflamasi dan agen hipotensi (penurun
tekanan darah), stimulan sistem kekebalan tubuh, dan agen bakteriostatik dan
bakterisida, dan masih banyak kegunaan lain (Ghisalberti, 1979). Semua aplikasi
tersebut telah meningkatkan permintaan farmasi dan telah menjadi suatu subyek
yang menarik dalam berbagai penelitian. Propolis cukup kompleks komposisi
kimianya berupa fenol, tanin, polisakarida, terpen, asam aromatik dan aldehida,
dan berbagai senyawa lain (Asis, 1989; Koo dan Park, 1997). Di Argentina, INAL
(The National Food Institute) propolis telah diakui sebagai suplemen diet pada
tahun 1995 (file 2110-003755-4 di Argentina Food Code) (Gonzalez et al., 2003).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
flavonoid,
halitosis,
kesaksian,
kesiram minyak panas,
kuno,
multi level marketing,
mumi
Aktivitas Propolis - Abstrak
Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam
Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen
Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan
Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat
City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31
Abstrak
Propolis adalah
produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis
digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan
pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama
berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti
mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah
menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna
atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain
itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis
dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia
propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat,
quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik
telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis
tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya,
kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan
periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis
lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
maag akut,
melia propolis
Jumat, 11 Mei 2018
RAMADHAN 1440 H
Ramadhan 1439 H tinggal sehari lagi datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Bau napas tak sedap istilah medisnya HALITOSIS, dapat diatasi dengan mengonsumsi propolis. Caranya, ketika mengakhiri makan sahur, kumur-kumur air 1/2 gelas yang ditetesi 5 tetes Melia Proppolis dan air kumuran ditelan, kemudian ketika mengawali buka puasa, berkumur lagi air 1/2 gelas dengan 5 tetes propolis dan air kumuran ditelan. Sehari perlu 10 tetes per orang = 15 ml selama RAMADHAN. Berikut adalah hitung-hitungan kebutuhan uangnya selama sebulan berpuasa jika mengonsumsi teratur Melia Propolis dan Melia Biyang.
Berapa biaya yang harus Anda keluarkan sekeluarga dengan mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang selama berpuasa Ramadan (dianggap 30 hari). Dengan keuntungan yang sangat jelas: Anda terbebas dari masalah bau napas tak sedap selama berpuasa, memperoleh kesehatan dan kebugaran prima selama menjalankan ibadah puasa dan memperoleh peluang bisnis SANGAT DAHSYAT dengan penghasilan mencapai Rp 1,200,000 SEHARI dari modal yang dikeluarkan sekali selamanya hanya senilai Rp 1,175,000.
Inilah hitungannya:

Nah, masih jauh lebih murah dibandingkan harga jajanan untuk berbuka, bukan?
Mari segera bergabung dan menyiapkan Propolis dan Biyang menghadapi Ramadan 1440 H dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh semangat, bugar dan percaya diri, karena bebas dari persoalan BAU NAPAS TAK SEDAP.


Sabtu, 20 Januari 2018
Segitiga Antioksidan Propolis
Propolis telah diteliti kandungan
bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah
senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds)
dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul
propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis
dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory
(meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti
inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan
penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).
Berbagai penyakit fisiologi manusia
umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres
oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan
metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal
bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan
secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat
makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak
mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.
Stres oksidatif ini akan
menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan
berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai
penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan
pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh
darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel
menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi
terkait dengan diabetes mellitus dan
sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan
demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk
kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus)
adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan
(scavenging)
radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.
Propolis telah terbukti memiliki
aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya.
Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan
seperti segitiga antioksidan propolis berikut.
Pada gambar segitiga antioksidan
propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres
oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah
berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk
diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan
dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah
penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.
Pengaruh propolis pada pembuluh
darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh.
Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh
sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah
ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan
nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker
tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya
tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di
sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.
Dengan demikian secara ringkas
kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena
dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang
dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat
melindungi tubuh dari inflamasi internal
yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi,
termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.
Selanjutnya aktivitas antioksidan
tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah
sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular.
Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam
jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel
kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya
adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel
kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]
Disarikan dari:
Daleprane
JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant,
Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine
2013(4):175135
[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
flavonoid,
HiV,
melia propolis,
phenolic acid,
ROS,
SOD
Jumat, 21 April 2017
SPEK MELIA PROPOLIS
PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
Harga member (kulakan ke STOKIS):
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
--------------------------------
Peluang Penghasilan:
1. RITEL (RESELLER) margin harga konsumen - harga member minimal 10%
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
- Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
- Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
- Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Label:
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
antioksidan,
bee propolis,
benjolan di rahim,
bonus,
multi level marketing,
propolis,
radikal bebas,
reparative,
stroke
Kamis, 13 Agustus 2015
Tersiram Air Mendidih

Sejak Januari 2007, keluarga saya semuanya mengonsumsi
Melia Propolis
secara teratur, rata-rata 5 tetes dua kali sehari, sebelum makan pagi dan
sebelum makan malam. Kecuali pada kondisi kesehatan yang melemah atau kecapaian,
kami meminum dengan dosis hingga 10 tetes 3 kali sehari atau tetap 5 tetes
setiap jam selama 8 jam sehari. Hasilnya sungguh luar biasa. Sekeluarga jadi
sehat dan semangat…:-)
Rabu, 12 Agustus 2015
HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)
Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia
yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang
serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang
kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat
biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam
propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka,
senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada
polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai
antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen
reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas
antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi
baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Reparasi dan Regenerasi
Fungsi biotik yang sangat signifikan dari propolis adalah efek
reparatif-regeneratif pada jaringan [118]. Ekstrak propolis standar
menampilkan efek regeneratif pada jaringan yang rusak karena mengandung banyak senyawa yang bertindak komprehensif untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan) sel dan
metabolisme sistemik dengan mengaktifkan ATPase dan tetrasol-reduktase. Hal ini
meningkatkan indeks mitosis dan dengan demikian memfasilitasi regenerasi
jaringan dan memperpendek masa penyembuhan [119].
Aktivitas sinergis komponen fenolik menyebabkan modulasi akumulasi kolagen
tipe I dan III di tempat kerusakan-termal jaringan (inflamasi). Oleh karena itu, kondisi biokimia
yang kondusif diciptakan untuk berlangsungnya proses penyembuhan, meminimalkan
scarification berlebihan atau menghilangkan tampilan keloid [120]. Dalam studi laboratorium
pengaruh propolis ditunjukkan oleh akumulasi kondroitin dan asam hyaluronik, yang
untuk mempengaruhi efektivitas tahap renovasi dari proses
reparatif sel dan jaringan [121].
Label:
AIDS,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
regenerative,
reparative,
ROS,
SOD,
stroke,
suplemen
Anti HiV AIDs
Aktifitas Anti-HIV
Para peneliti telah membuktikan sifat antivirus flavonoid sehingga dianggap
potensial sebagai agen anti-HIV. Aktivitas antivirus flavonoid
secara komprehensif dibahas dalam penelitian Wang et al. [113]. Flavonoid
bertindak sebagai reverse transcriptase inhibitor-transcriptase-reverse adalah
enzim yang diperlukan untuk pengembangan HIV-serta inhibitor RNA polimerase yang
dikode oleh DNA [114]. Middleton et al. juga menggambarkan aktivitas
antiintegrase dan antiprotease [115]. Komponen propolis aktif, seperti asam
caffeic phenethyl ester, quercetin dan kaempferol, mengganggu replikasi HIV-1
dengan menghambat HIV-1 integrase. Veljkovic et al. telah menunjukkan bahwa
epicatechin, baikalin dan EGCG menghambat penetrasi virus ke dalam sel sebagai
akibat gangguan interaksi antara protein dalam amplop virus dengan molekul
permukaan sel yang diserang. Selanjutnya, quercetin menghambat aktivitas protein
Vpr virus, yang bertanggung jawab pada proses proliferasi virus dan mengaktifkan
integrase dan proteinase [116].
Studi yang dilakukan pada propolis Brasil telah menunjukkan penampilan
aktivitas anti-HIV yang signifikan. Ito et al. [117] telah menunjukkan bahwa
asam dalam propolis Brasil ditandai dengan aktivitas anti-HIV EC50 <0,1
mg/mL. Telah diamati bahwa modifikasi triterpenoid terkait asam betulic dan
terkait asam oleanolic meningkatkan potensi dampak senyawa ini pada virus HIV.
Esterisasi gugus 3?-Hydroxy dalam dua triterpen ini meningkatkan aktivitas
anti-HIV [117]. Mengingat data di atas, komponen propolis yang aktif secara
biologi dapat menjadi agen potensial pada terapi di masa depan dalam pengobatan
AIDS.
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Label:
AIDS,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
CAPE,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
herbal,
HiV,
ROS,
SOD
OBAT DIABETES
Efek Anti Diabetik
Terjadinya diabetes mellitus non-insulin (Non Insuline Depended Diabetes Mellitus) di populasi
negara-negara maju terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian sedang gencar
dilakukan mencari zat alami yang dapat berkontribusi untuk menurunkan glukosa
postprandial. Pengujian yang dilakukan secara in vitro dan in
vivo menunjukkan bahwa flavonoid dapat memiliki efek antidiabetes.
Epicatechin menstimulasi sintesis insulin dan meningkatkan cAMP
dalam sel β dari Lagerhans, meningkatkan sekresi insuline. EGCG
(epigallocatechin 3-gallate) memiliki efek hipoglikemik dengan
menghambat produksi glukosa dalam hati. Flavonoid juga dapat mempengaruhi
penyerapan glukosa di dalam usus. Daidzein, luteolin, dan 7-O-glukosida dari
luteolin menghambat aktivitas α-amilase dan β-glukosidase dan glikosida
quercetin mempengaruhi SGLT-1 transporter glukosa dalam enterosit [109].
Label:
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
herbal,
peroksida,
ROS,
SOD,
top,
vertigo
Awet Muda
Efek Estrogenik
Karena kesamaan struktural flavonoid dan isoflavonoid dengan hormon seks
endogen ada peningkatan minat dari para ilmuwan untuk mempelajari efek
estrogenik dari propolis. Flavonoid menunjukkan afinitas untuk reseptor estrogen
ER-α yang ada dalam payudara, endometrium dan ovarium, juga pada reseptor ER-β
estrogen dalam otak, pembuluh darah, paru-paru dan tulang. Potensi aktivitas
estrogenik ekastrak etanol dan ekstrak eter propolis dipelajari oleh Song et al.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa propolis menampilkan aktivitas estrogenik
dengan mengaktifkan reseptor estrogen [105].
Jung et al. menunjukkan bahwa caffeic acid phenethyl
ester (CAPE), dengan struktur yang menyerupai asam fenolik,
bertanggung jawab untuk, antara lain, efek estrogenik dari propolis. CAPE
menampilkan lebih afinitas terhadap reseptor ER-β daripada reseptor ER-α. Studi
menunjukkan bahwa CAPE adalah agonis selektif ER-β dan modulator potensial untuk
reseptor estrogen [106]. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada pengaruh
komponen bioaktif propolis pada reseptor estrogen. Beberapa peneliti telah
mengamati bahwa propolis mengandung chrysin yang memblokir transformasi androgen
menjadi estrogen dengan menghambat aromatase, yang menyebabkan
peningkatan kandungan testosteron. Flavonoid seperti chrysin
dan galangin, serta flavon seperti naringenin, menurunkan biosintesis estrogen
dengan menghambat aromatase. Kegiatan serupa diamati dalam
kasus apigenin [107108].
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
peroksida,
phenolic acid
Pelindung Jantung
Senyawa polifenol, terutama flavonoid, menstabilkan dan memperkuat pembuluh
darah. Oleh karena itu, senyawa polifenol dapat digunakan untuk mencegah
perdarahan, ekimosis, varises dan aterosklerosis [36]. Aktivitas vasoprotectif
terkait dengan pengkhelatan ion Cu, yang menghasilkan penghambatan
hyaluronidase yang mendepolimerisasi asam
hyaluronic, dan hyaluronidase yang menghidrolisis elastin,
sehingga memperkuat dan melapisi endothelium pembuluh darah [41]. Permeabilitas
pembuluh juga menurun yang secara tidak langsung merupakan efek penghambatan
metabolisme katekolamin dengan menonaktifkan katekol-O-methyltransferase.
Kegiatan ini didefinisikan sebagai tipe aktivitas vitamin P [37].
Anti Stroke
Flavonoid juga menampilkan efek anti agregatif platelet darah. Ini terjadi
kemungkinan karena propolis memecahkan reaksi berantai oksidasi lipid yang
diinisiasi oleh radikal bebas. Telah terbukti bahwa anion superoksida
memperpendek periode paruh yang diturunkan pada endothelium-derived relaxing
factor (EDRF), yang ditandai dengan efek antiaggregative dan relaksasi pada
pembuluh darah. Radikal bebas hidroksil juga menghambat prostasiklin sintetase
yang bertanggung jawab dalam transformasi peroksida
prostaglandin ke prostasiklin, yang bertindak
sama dengan EDRF. Terlepas dari kemampuan untuk mengurangi produksi radikal
bebas dan aktivitas antiaggregative, flavonoid juga kemungkinan besar memiliki
kemampuan membentuk ikatan dengan trombosit darah [91,92].
Anti Kanker
Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)
Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor
yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi).
Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C,
quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81].
Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada
proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan
dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan
ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung
dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor
papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam
propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel
leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme
anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin
kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker
[84].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
Indonesia,
kanker,
kanker rahim,
kanker stadium IV,
peroksida,
phenolic acid,
propolis
Langganan:
Postingan (Atom)














