PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan, berupa Melia Propolis dan Melia Biyang. Keduanya dipasarkan dalam jaringan (MLM), tetapi member bisa memasarkannya secara retail kepada konsumen bebas dengan cashback sekitar 25% dari harga member. Merlia Propolis tersedia dalam kemasan botol 6 ml, 30 ml dan 55 ml. Untuk penghitungan konsumsi selama berpuasa digunakan kemasan 6ml. Melia Biyang tersedia dalam kemasan botol 15 ml.
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label herbal. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Mei 2019
Bugar Berpuasa
Label:
antibiotik,
antioksidan,
awet muda,
bugar puasa,
flavonoid,
halitosis,
herbal,
maag,
melia biyang,
melia propolis,
MLM,
multi level marketing,
napas tak sedap,
pemulung,
pituitary,
puasa,
ramadhan
Selasa, 25 September 2018
Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori
2.
Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol
propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide
propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma
cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu
menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis
selama bertugas di Papua dan Kalimantan].
3.
Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak
etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model,
indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari,
P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan
arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek
analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan
dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari,
P.O.) dan acetyl salicylic acid (100
mg/kg/hari, P.O.). Dalam edema kaki
belakang tikus carrageenan, yang
dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.)
menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200
mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah
injeksi carrageenan. Dari hasil ini
disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis dan akut (Park dan Kahng, 1999).
Rabu, 12 Agustus 2015
HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)
Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia
yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang
serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang
kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat
biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam
propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka,
senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada
polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai
antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen
reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas
antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi
baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Anti HiV AIDs
Aktifitas Anti-HIV
Para peneliti telah membuktikan sifat antivirus flavonoid sehingga dianggap
potensial sebagai agen anti-HIV. Aktivitas antivirus flavonoid
secara komprehensif dibahas dalam penelitian Wang et al. [113]. Flavonoid
bertindak sebagai reverse transcriptase inhibitor-transcriptase-reverse adalah
enzim yang diperlukan untuk pengembangan HIV-serta inhibitor RNA polimerase yang
dikode oleh DNA [114]. Middleton et al. juga menggambarkan aktivitas
antiintegrase dan antiprotease [115]. Komponen propolis aktif, seperti asam
caffeic phenethyl ester, quercetin dan kaempferol, mengganggu replikasi HIV-1
dengan menghambat HIV-1 integrase. Veljkovic et al. telah menunjukkan bahwa
epicatechin, baikalin dan EGCG menghambat penetrasi virus ke dalam sel sebagai
akibat gangguan interaksi antara protein dalam amplop virus dengan molekul
permukaan sel yang diserang. Selanjutnya, quercetin menghambat aktivitas protein
Vpr virus, yang bertanggung jawab pada proses proliferasi virus dan mengaktifkan
integrase dan proteinase [116].
Studi yang dilakukan pada propolis Brasil telah menunjukkan penampilan
aktivitas anti-HIV yang signifikan. Ito et al. [117] telah menunjukkan bahwa
asam dalam propolis Brasil ditandai dengan aktivitas anti-HIV EC50 <0,1
mg/mL. Telah diamati bahwa modifikasi triterpenoid terkait asam betulic dan
terkait asam oleanolic meningkatkan potensi dampak senyawa ini pada virus HIV.
Esterisasi gugus 3?-Hydroxy dalam dua triterpen ini meningkatkan aktivitas
anti-HIV [117]. Mengingat data di atas, komponen propolis yang aktif secara
biologi dapat menjadi agen potensial pada terapi di masa depan dalam pengobatan
AIDS.
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Label:
AIDS,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
CAPE,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
herbal,
HiV,
ROS,
SOD
OBAT DIABETES
Efek Anti Diabetik
Terjadinya diabetes mellitus non-insulin (Non Insuline Depended Diabetes Mellitus) di populasi
negara-negara maju terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian sedang gencar
dilakukan mencari zat alami yang dapat berkontribusi untuk menurunkan glukosa
postprandial. Pengujian yang dilakukan secara in vitro dan in
vivo menunjukkan bahwa flavonoid dapat memiliki efek antidiabetes.
Epicatechin menstimulasi sintesis insulin dan meningkatkan cAMP
dalam sel β dari Lagerhans, meningkatkan sekresi insuline. EGCG
(epigallocatechin 3-gallate) memiliki efek hipoglikemik dengan
menghambat produksi glukosa dalam hati. Flavonoid juga dapat mempengaruhi
penyerapan glukosa di dalam usus. Daidzein, luteolin, dan 7-O-glukosida dari
luteolin menghambat aktivitas α-amilase dan β-glukosidase dan glikosida
quercetin mempengaruhi SGLT-1 transporter glukosa dalam enterosit [109].
Label:
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
herbal,
peroksida,
ROS,
SOD,
top,
vertigo
Anti Kanker
Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)
Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor
yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi).
Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C,
quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81].
Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada
proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan
dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan
ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung
dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor
papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam
propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel
leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme
anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin
kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker
[84].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
Indonesia,
kanker,
kanker rahim,
kanker stadium IV,
peroksida,
phenolic acid,
propolis
ANTI PERADANGAN
Aktifitas Anti-Inflammatory (anti
peradangan)
Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat
antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid
maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh
gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37]
.
Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis
prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2,
leukotrien B4 dan NO (nitric oxide
II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek
menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena
pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2,
lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase
(COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas
ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin
[44,66-68].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
kesiram minyak panas,
nature,
pemulung,
pendarahan,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
SOD
Antibiotik Alami SUPER
Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik
alami)
Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas
anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada
bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada
strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang
paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya
Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu
sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari
senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek
antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering
adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari
reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies
nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2*
dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik
terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik
sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan
deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41].
Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak).
Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis,
perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan
risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan
lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS
dan RNS) [39,46].
Asam-asam Fenolat, Zat Aktif Propolis
Asam-asam fenolat adalah senyawa yang tersusun dari cincin benzene, gugus
karboksil dan gugis hidroksil Aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat
ditentukan oleh jumlah gugus hidroksil pada molekulnya dan efek sterat-nya
(steric effect) [23]. Posisi gugus karboksil, seperti halnya tipe
substitusi pada cincin aromatik, mempengaruhi aktivitas antioksidatif
senyawa-senyawa ini. Pada kenyataannya energi ikata antara ato hydrogen dan atom
oksigen dalam gugus hidroksil yang terikat pada sistem cincin aromatik lebih
lemah dibandingkan ikatan serupa pada senyawa-senyawa alifatik
(aliphatic). Penurunan kepadatan eektron dalam atom oksigen merupakan
hasil efek resonansi dari cincin aromatik, oleh karena itulah atom hydrogen yang
dilepas dari gugus hidroksil dan senyawa-senyawa frnolat menjadi radikal fenoksi
(phenoxy radicals) yang relative stabil karena peningkatan muatan di
dalam cincin aromatik (Gambar 1). Penggabungan radikal fenoksi menghasilkan
quinines atau masuk ke dalam reaksi lain, seperti
contohnya dimerization atau substitusi radikal [24,25]
Aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat berbanding terbalik dengan besarnya
enthalphy pemecahan ikatan O-H di dalam lingkungan polar lemah.
Mekanisme peningkatan lanungan ikatan O-H dalam suatu cincin fenolat dalam
transfer atok hydrogen (HAT) menjadi radikal superoksida [26]. Turunan
monohidroksi dari asam benzoate dengan satu gugus hidroksil dalam posisi ortho
atau para dalam cincin tidak menunjukkan aktivitas antioksidatif, sebaliknya
turunan-turunan radikal pada posisi meta-hidroksi membangkitkan radikal dalam
fase terlarut. Hal ini terkait dengan kemampuan gugus karboksil menarik electron
dan mempengaruhio posisi orto- dan para- dalam cincin. Asam-asam fenlat
monohidroksi adalah pemulung efektif untuk radikal hidroksil. Selanjutnya,
aktivitas antioksidatif meningkat dalam asam-asam dengan satu gugus hidroksil
bersama dengan keberadaan gugus metoksi tambahan di dalam cincin. Substitusi
satu gugus alkil atau satu gugus metoksi dalam posisi orto meningkatkan
stabilitas dan merupakan kasiatr antioksidan dari asam-asam fenolat [27]
Turunan dihidroksi asam benzoat menunjukkan kasiat antioksidatif sangat kuat
ketika gugus hidroksilnya berada pada posisi 3 dan 5. Diantara turunan asam
benzoat, asam galat (gallic acid) mengandung tiga gugus hidroksil pada
posisi 3, 4 dan 5, telah dikarakterisasi sebagai antioksidan sangat baik dan
kuat [24]. Esterifikasi gugus hidroksil asam galat menurunkan kemampuan
antioksidannya.
Pengaruh penambahan gugus hidroksil dalam cincin aromatik meningkatkan
aktivitas antioksidatif. Hal ini mungkin teramati pula pada kasus asam sinamat
(cinnamic acid). Asam kafeat (caffeic acid) memiliki efek
antioksidatif lebih kuat dan diikuti oleh Asam kumarat (coumaric acid)
[28,29]
Kekuatan antioksidatif asam-asam fenolat ditentukan oleh letak gugus
karboksil. Grup karboksil memiliki impak negative pada kasiat donor dari
hidroksi benzoat dan turunan-turunannya. Dengan cicin samping yang mengandung
gugus etilen, asam hidroksi-sinamat menunjukkan kemampuan donor hydrogen yang
lebih besar dan radikal yang terbentuk dalam cara ini lebih mantap (stabil).
Oleh karena itu, turunan-turunan dari asam sinamat memilikikasiat antioksidatif
yang lebih kuat dibandingkan turunan-turunan asam benzoat [23,30]. Introduksi
gugus etilen diantara cincin fenil (phenyl ring) yang mengandung gugus
hidroksi dalam posisi para- dan gugus karboksil, seperti pada asam p-kumarat
meningkatkan kasiat reduktif dari gugus hiodroksi dibandingkan dengan asam
sinamat. Asam ferulat (ferulic acid), dengan satu gugus metoksi pada
posisi 3 menunjukkan kemampuan untuk menstabilkan radikal-radikal fenoksi
dibandingkan dengan asam p-kumarat [24]. Namun demikian, substitusi hydrogen
dalam gugus hidroksil dengan gugus metal mungkin memiliki efek yang bervariasi
dalam aktivitas antioksidatif asam-asam febnolat, bergantung pada polaritas
lingkungan. Dalam fase lipofilik, turunan asam dihidroksi sinamat menunjukkan
kemampuan yang lebih besar untuk menginmobilisasi radikal-radikal bebas turunan
monohidroksi. Asam kafeat diindikasi memiliki reaktivitas lebih baikterhadap
radikal bebas dalam lingkungan berair dibandingkan asam ferulat. Asam ferulat
menunjukkan afinitas terhadap lipida, yang terkait dengan proses substitusi pada
Gambar 1 tentang oksidasi senyawa-senyawa fenolat [25].
Aktivitas antioksidatif
asam-asam fenolat berbanding terbalik dengan ukuran entalpi (enthalpy)
dari pemutusan ikatan O-H dalam suatu lingkuyngan polar yang lemah. Mekanisme
pemutusan ikatan O-H dalam cincin fenolat termasuk dalam transfer atom hydrogen
(HAT) ke suatu radikal superoksida (superoxide radicals) [26]. Turunan
monohidroksi asam benzoat dengan satu gugus hidroksil dalam posisi orto atau
para dalam cincin tidak menunjukkan aktivitas antioksidatif pada fase air,
berkebalikan dengan turunan radikal yang terbentuk dalam posisi
meta-monohidroksi. Hal ini terkait dengan kemampuan gugus karboksil untuk
menarik elektron dan mempengaruhi posisi orto atau para pada cincin fenolat.
Asam-asam monohidroksi adalah pemulung radikal hidroksil yang
efektif. Selanjutnya, aktivitas antioksidan meningkat dalam asam dengan
satu gugus hidroksil bersama dengan kehadiran gugus metoksi tambahan dalam
cincin. Substitusi gugus alkil atau metoksi pada posisi orto meningkatkan
stabilitas dan sifat antioksidan asam-asam fenolat [27]. Turunan-turunan asam
dihidroksi-benzoat menunjukkan aktivitas antioksidatif paling kuat ketika gugus
hidroksilnya berada pada posisi 3 dan 5. Diantara turunan-turunan asam benzoat,
asam galat (gallic acid), mengandung tiga gugus hidroksil pada posisi
3, 4 dan 5, yang telah berhasil dikarakterisasi memiliki kasiat antioksidatif
yang sangat baik [24]. Estrifikasi gugus karbnoksilpada asam galat menurunkan
kemampuan antioksidannya.
Pengaruh gugus hidroksil tambahan dalam cincin aromatik pada peningkatan
aktivitas antioksidatif dapat diamati juga dalam kasus asam sinamat. Asam kafeat
memiliki efek yang lebih kuat dari pada asam kumarat [28,29].
Kekuatan aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat ditentukan oleh lokasi
gugus karboksil. Gugus ini memiliki dampak negatif pada sifat donor
hidroksi-benzoate dan turunan-turunannya. Dengan memiliki rantai samping yang
mengandung gugus etilen, asam hidroksi-sinamat menampilkan kemampuan yang lebih
besar untuk menyumbangkan hidrogen dan dengan cara ini radikal dibuat menjadi
lebih stabil. Dengan demikian, turunan asam sinamat menampilkan sifat
antioksidan lebih baik dari pada turunan asam benzoat [23,30]. Pengenalan gugus
etilen antara cincin fenil yang mengandung gugus hidroksi pada posisi para dan
satu dan gugus karboksil, seperti pada asam p-kumarat, menyebabkan peningkatan
sifat reduktif dari kelompok hidroksil dibandingkan dengan asam sinamat. Asam
ferulat, dengan kelompok metoksi pada posisi 3 menampilkan kemampuan lebih besar
untuk menstabilkan radikal fenoksi dibandingkan asam p-kumarat [24]. Namun,
penggantian hidrogen di gugus hidroksil dengan gugus metil mungkin memiliki efek
bervariasi pada aktivitas antioksidatif asam fenolat, tergantung pada polaritas
lingkungan. Pada fase lipofilik, turunan asam dihidroksi-sinamat menampilkan
kemampuan yang lebih besar untuk melumpuhkan radikal bebas dibandingkan
turunan-turunan monohidroksinya. Asam kafeat memiliki reaktivitas yang lebih
baik terhadap radikal dalam lingkungan air dibandingkan asam ferulat. Asam
ferulat menampilkan afinitas untuk lipid, yang terkait dengan substitusi atom
hidrogen dalam gugus hidroksil dengan gugus metil. Oleh karena itu, asam ferulat
menunjukkan sifat yang lebih baik sebagai antioksidan dalam jenis lingkungan
ter-emulsi, seperti minyak dalam air, dibandingkan dengan asam kafeat [24].
Karena adanya gugus metoksi asam ferulat lebih efektif daripada asam p-kumarat.
Kelompok metoksi, sebagai donor elektron, menyebabkan peningkatan kemampuan
menstabilkan radikal-radikal ariloksi (aryloxy). Hidroksilasi diganti
dengan metoksilasi membuat senyawa struktur seperti asam ferulat menjadi senyawa
antioksidan yang lebih efektif. Dalam penelitian mereka pada oksidasi lemak,
Rice-Evans et al. menyimpulkan bahwa urutan aktivitas antioksidatif asam-asam
fenolat sebagai berikut: asam kafeat > asam ferulat > asam p-kumarat [24].
Brand-Williams et al. [31] menunjukkan bahwa asam ferulat menetralkan radikal
bebas lebih efektif daripada BHA (butylated hydroxyanisole) dan BHT (butylated
hydroxytoluene), sedangkan Gulcin membuktikan bahwa asam kafeat memiliki sifat
pelindung lebih kuat daripada BHT [32]. Aktivitas antioksidan asam fenolik
terdiri “pemulungan” radikal bebas (superoksida, hidroksil, dan radikal-radikal
superoksida hidroksil), mengkhelat ion logam (besi, tembaga), serta mengubah
aktivitas enzim dengan menghambat oksidase [33-35]
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Rabu, 05 Agustus 2015
Kasiat Utama Propolis #4L Anti-angiogenik
4. Aktivitas Antiangiogenik
Angiogenesis
adalah proses bertahap pembentukan pembuluh darah. Proses ini diatur
secara ketat melibatkan migrasi, proliferasi, dan diferensiasi sel
endotel [1]. Peraturan angiogenesis tidak ada atau menyimpang pada
beberapa penyakit yang ditandai dengan perkembangan pembuluh darah
terus-menerus. Angiogenesis tidak lazim ini terjadi di lebih dari 80
penyakit, khususnya pada berbagai jenis kanker dan penyakit inflamasi
aterosklerosis [2, 3].
Menurut Keshavarz et al. [4], ekstrak propolis hijau mengandung
artepillin C dan CAPE secara signifikan mengurangi jumlah pembentukan
baru terbentuk dan ekspresi metalloproteinase (MMPs) dan produksi faktor
pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dari sel endotel [5]. Langkah yang
berbeda dari angiogenesis dapat dipengaruhi oleh propolis dan
komponennya. Propolis Brasil dan komponen utamanya, artepillin C, dapat
menghambat proliferasi sel endotel vena umbilikalis manusia (HUVEC),
serta migrasi sel dan tabung kapiler pembentukan endotel, dengan cara
yang tergantung dosis. Selain itu, artepillin C dapat menekan
angiogenesis baik secara in vivo maupun in vitro, sementara CAPE menghambat MMP-2, MMP-9, dan aktivitas VEGF [5, 6, 7, 8].
Efek dari propolis Brasil pada apoptosis HUVEC diselidiki oleh Xuan
et al. [9]. Pada konsentrasi rendah (12,5 mg/mL), polifenol dalam
ekstrak etanol propolis Brasil penurunan ekspresi integrin b4 dan p53
dan produksi ROS. Efek sebaliknya diamati pada konsentrasi polifenol
tinggi (25 dan 50 mg / mL), bersama dengan depresi potensial membran
mitokondria. Dengan demikian, dosis tinggi dari polifenol dari propolis
Brasil dapat menyebabkan apoptosis HUVEC dengan bertindak pada jalur
sinyal b4 dan p53 integrin, mengakibatkan gangguan potensial membran
mitokondria dan peningkatan generasi ROS.
Kasiat Utama Propolis #3: Protektan Jantung
Aktifitas Kardioprotektif (Perlindungan Jantung)
Modulasi penanda penyakit kardiovaskular dengan propolis telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Uji in vitro dan in vivo
telah dikembangkan untuk menjelaskan mekanisme molekuler dari efek
menguntungkan ini, seperti pada: pengaturan metabolisme glukosa dan
lipoprotein; modulasi ekspresi gen; penurunan aktivitas reseptor
pemulung, sitokin inflamasi, dan stres oksidatif; perbaikan fungsi
endotel; dan penghambatan agregasi platelet.
Kasiat Utama Propolis #1: Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis
Pendahuluan
Perkembangan pasar produk alami dan obat-obatan alternatif semakin tertuju pada produk lebah: madu, royal jelly, serbuk sari (bee pollen), dan propolis
[1, 2]. Propolis adalah nama generik campuran resin kompleks yang
dikumpulkan oleh lebah madu dari tunas-tunas dan eksudat dari berbagai
tumbuh-tumbuhan. Setelah dikumpulkan, bahan ini diperkaya dengan air
liur dan sekresi lebah yang mengandung enzim dan digunakan dalam
konstruksi, adaptasi, dan perlindungan dari sarang [3, 4].
Dalam beberapa tahun terakhir telah diterbitkan banyak artikel hasil studi tentang
kimia propolis, yang mengungkapkan bahwa komposisi
propolis sangat bervariasi bergantung pada flora lokal tempat hidup
lebah pengumpulnya [5, 6, 7]. Banyak aktivitas biologi yang konsiten
dari propolis telah diteliti, tetapi komponen yang bertanggung jawabnya
berbeda-beda sesuai dengan zona geografi dan iklim tempat hidup
lebah [7].
Sabtu, 18 Juli 2015
Propolis sebagai ANTI TUMOR
914/04 QIKANG ZHANG; JINGJING ZHOU; ZHENHONG WU; ZHONGMIN FU; XIAOQING MIAO [Study on the anti-tumour effect of “Shen Feng” J9311 propolis capsule]. Apiculture of China (2003) 54 (5) 4-6 [Ch, en, Bj] Apitherapy Inst., Fujian Agriculture and forestry Univ., Fujian, China. For S180 tumours, a dose of 0.6-4.8g propolis/kg was found to be effective for inhibition; for H22 tumours, rate of inhibition was quite similar at doses of 0.8, 1.6 and 3.2g/kg. [S180 = Mice Sarcoma Cells 180: A sarcoma (from the Greek ‘sarx’ meaning “flesh”) is a cancer that arises from transformed connective tissue cells] – KDP from WIKIPEDIA].
Selasa, 14 Agustus 2012
Bee Propolis stops Tumors
Bee Propolis Stops Tumors from Neurofibromatosis and Cancer
by Barbara L. Minton
(NaturalNews) Honeybees are some of the most amazing creatures ever created by nature. They play a vital role in much of the food supply through pollination, and they provide people with a healthy natural alternative to sugar. Some of the most interesting aspects of bees are the substances they make to use themselves. Propolis is a natural resin found in young tree buds. Bees collect it for use as a glue to seal their homes. Propolis is an exceedingly complex product that contains substances that prevent and treat diseases ranging from cancer to the common cold. Recent research has documented the ability of propolis to suppress the growth of human tumors from neurofibromatosis and cancer.
Label:
anti inflammatory,
bee propolis,
benjolan di rahim,
herbal,
Indonesia,
kanker,
kanker rahim,
melia propolis,
multiguna,
nature,
sumsum tulang belakang,
vitamin
Rabu, 19 Januari 2011
Pelagra Akut
Pelagra Akut karena kebanyakan Mie Instant sembuh dengan Propolis
Gambar sebelah kiri adalah Foto Imah setelah 3 minggu mengonsumsi Melia Propolis. Imah waktu itu berumur 19 tahun. Dia terlahir premature dan sejak usia 10 tahun kegemarannya adalah makan mie instant. Sehari makan 3 – 4 bungkus mie instant.
Mata rabun sejak usia 10 tahun dan tidak bisa melihat tulisan. Tingkat alergi dan memiliki kelainan tulang (persendian berbunyi). Menderita keputihan berlebih. Menstruasi 6 bulan sekali.
Hari ke tiga, keluar darah dari hidung dan kuping. Keluar semacam jerawat/bisul bernanah. Mata dan bibir bengkak. Gatal-gatal di sekujur tubuh kemudian dioles Melia Propolis
Dua Minggu Setelah Mengonsumsi Melia Propolis
- Kesehatannya membaik
- Sekujur tubuh tidak lagi keluar nanah
- Muka dan leher mengering
- Konsumsi Melia Propolis ditingkatkan menjadi 10 tetes 3 X sehari
- Melia Propolis diteteskan ke Mata
- Kesehatannya semakin membaik
- Sekujur tubuh tidak lagi keluar nanah
- Sudah bisa melihat tulisan, tanpa kacamata
- Bunyi di persendian sudah tidak ada
Bagaimana cara memperoleh Melia Propolis? Anda dapat memperolehnya dengan meng-e-mail ke mssdramaga@gmail.com yang dilengkapi lampiran Formulir Aplikasi yang sudah diisi data. Formulir dapat Anda unduh di SINI. Kami siap mengirimkan produk ke seluruh wilayah hukum NKRI, setelah transfer dana yang diperlukan kami konfirmasi. Anda dapat memesan produk kami sambil nunggu di rumah.. Transaksi yang sangat mudah. Pendaftaran yang sangat MURAH dengan peluang bonus melimpah.
Kami tunggu pesanan Anda semua, dan kesehatan serta kesejahteraan adalah janji PT Melia Sehat Sejahtera kepada seluruh member (distributor) yang mau aktif menjalankan bisnisnya dengan cara yang sesuai sistem yang sudah disediakan.
Salam sukses dari Bogor.
| mssdramaga@gmail.com |
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com. Unduh formulir ordernya SINI
Senin, 17 Januari 2011
Herbal Top Markotop
PROPOLIS = SYARAABUN
Salam Sehat Sejahtera
"wa auhaa rabbuka ilan nahli anit takhidzii minal jibaali buyuutaw wa minasy syajari wa mim maa ya'risyuun"
And thy Lord revealed to the bee: “Make hives in the mountains and in the trees and in what they build...
"Tsumma kulii min kullits tsamaraati faslukii subula rabbiki dzululay yakhruju mim buthuunihaa syaraabum mukhtalifun alwaanuhuu fiihi syifaa-ul lin naasi fii dzaalika la aayaatal li qaummiy yatafakkaruun."
Then eat of all the fruits and walk in the way of thy Lord submissively.” There come forth from their bellies a syaraabun (beverage) of many hues, in which there is healing for men. Therein is surely a sign for a people who reflect.
Kutipan ayat suci al-Qur'an surat an-Nahl ayat 68 dan 69 di atas sengaja saya ambil terjemahannya yang berbahasa Inggris. Maksudnya untuk mempertegas bahwa "syaraabun" itu bukan madu tetapi cairan penyegar (beverage) yang keluar dari 'perut' lebah, bukan dari luar perut lebah. Proses pembuatan syaraabun oleh lebah tercakup dalam 'wahyu' Allah untuk para lebah tentang cara mereka mencari makan dan memelihara sarang, termasuk sarang-sarang yang dibuat (disiapkan) oleh manusia. Dan proses itu mirip atau mungkin sama persis dengan terbentuknya PROPOLIS.
PROPOLIS adalah resin (getah, lem, cairan lengket) yang dikeluarkan oleh lebah sebagai hasil campuran cairan dan getah pucuk, kulit, batang muda berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang dicampur dengan cairan dalam perut lebah (disebut kaprah sebagai air liur lebah) yang digunakan untuk menambal sarang, menjaga sterilitas lingkungan dalam sarang dan juga untuk memumifikasi predator atau pemangsa yang kebetulan masuk ke dalam sarang lebah yang ukurannya tidak memungkinkan untuk dikeluarkan oleh lebah. Pemangsa itu di'balut' dengan propolis sehingga menjadi kering tidak membusuk, seperti proses pembuatan mummy oleh orang Mesir kuno.
Beberapa gambah berikut adalah ringkasan pembuatan (pengumpulan) propolis oleh lebah madu.
![]() |
| Lebah menghisap cairan kulit batang |
![]() |
| Lebah mengumpulkan nectar dan pollen |
![]() |
| Lebah mengumpulkan cairan dari pucuk-pucuk tumbuhan |
![]() |
| Propolis dikumpulkan untuk menambal sarang |
![]() |
| Menjaga sterilitas sarang dengan propolis |
![]() |
| Menambal sekat-sekat sel sarang |
Demikianlah terbentuknya herbal paling TOP secara alami yang bernama PROPOLIS itu. Dapat dimenegerti mengapa Propolis memiliki khasiat yang sangat luar biasa terutama sebagai antibiotik dan anti oksidan alami. Propolis dikumpulkan dari berbagai macam tumbuhan berkhasiat, yang dengan 'wahyu Allah' para lebah mengumpulkannya.
Bahan herbal luar biasa ini dengan teknologi modern dimurnikan dan dikemas dalam botol salah satunya oleh perusahaan herbal terkenal dari Australia, Mother Nature Health Products. Hasilnya berupa Melia Propolis yang dipasarkan HANYA dengan SISTEM Network Marketing.
Anda ingin memperolehnya? Silakan segera bergabung bersama kami. Klik situs Warung Biyang Propolis untuk mendapatkan informasi cara bergabung dan menjalankan bisnis LUAR BIASA ini.
Propolis antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Melia Biyang efektif sebagai stimulan kelenjar Pituitary untuk memproduksi hormon pertumbuhan (HGH) lebih banyak lag. Kemasan dalam botol 15 ml harga eceran Rp 440,000. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000. Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com.
Langganan:
Postingan (Atom)





























