Ramadhan 1440 H segera datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Tampilkan postingan dengan label propolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label propolis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Mei 2019
Selasa, 25 September 2018
Aktivitas Propolis: Antitoksisitas
B. Efek Protektif terhadap Toksititas
Obat-Obat dan Agen Kemoterapi Kanker
Parasetamol dan cyclophosphamid dimetabolisasikan dalam
hati oleh sitokrom P450. Pembentukan zat antara metabolisme itu bertanggung
jawab pada deplesi sel-sel hati (hepatocyte)
dari glutathione dan lipoperoxydation. Vinblastine (suatu
agen kemoterapi) bersifat hepatotoxic dan
hematotoxic. Sedangkan,
senyawa-senyawa flavonoid danpolifenol memiliki
beberapa kasiat biologi dan anti-oksidatif. Pengaruh perlakuan oral flavonoid (diosmine dan quercetine) dalam bentuk ekstrak propolis 60 mg/kg setiap hari
selama 14 hari, pada toksisitas hematologikal dan hepatik dari dosis tunggal 80
mg/kg cyclophosphamide dengan injeksi
intravenous, vinblastine 2 mg/kg dengan
injeksi intravena dan toksisitas hepatik parasetamol diterapi dengan
konsumsi oral 200 mg/kg berdasarkan 2/3 LD50 tikus Mister Albino betina telah
diteliti. Analisis dilakukan pada interval reguler: 1, 3, 7 dan 14 hari setelah
pengobatan. Dalam grup tikus dengan perlakuan cyclophosphamid parasetamol saja teramati sejak hari pertama, suatu
peningkatan lipid peroxide (MDA)
120%. Dengan cara yang sama, teramati leucopenia
dan thrombopenia (70% pengurangan)
teramati pada hari ketiga dan hari ke-14 pada tikus dengan perlakuan chemoterapeutic agents saja (cyclophosphamide dan vinblastine). Kombinasi flavonoid dengan obat-obat telah
jelas mereduksi efek toksik dari obat-obatan. Bahkan aplasic teramati dengan vinblastine,
sebagaimana dengan leucopenia dan thrombopenia dari cyclophosphamide terkoreksi sepenuhnya. Dengan cara yang sama, para
peneliti mencatat suatu laju restorasi peroxide
dan glutathone. Flavonoid tampaknya bekerja
dengan aktivasi pergantian glutathione dan enzim-enzim yang merangsang terutama
glutathion-transferases yang memungkinkan penangkaran metabolit reaktif dari
obat yang diteliti (Lahouel et al.,
2004).
Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis
A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada
Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang
berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik
CAPE pada sel-sel colon
adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis,
tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC).
Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan
struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE
(6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga
menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase
(MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan
CAPE (6 µg/mL). Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari)
pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan
level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival
capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut
menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent
antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat
bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara
angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh
suatu anti-inflammatory. Ekstrak
etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu
komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya
menggunakan assay membran chorioallantoic
embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial
betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay
CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas
anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh
anti-inflammatoty (Song et al., 2002)
Aktivitas Propolis: Antitumor
5.
Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan
menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin
C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan
sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini
juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus
gundul”, efek artepillin C yang
paling nyata terlihat pada carcinoma dan melanoma
malignant. Apoptosis, mitosis
abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan
observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan
pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total
Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune
dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
CAPE,
propolis,
ROS,
SOD
Aktivitas Propolis: Anti Agen Penyebab Tukak atau Tukak
4.
Anti Agen penyebab Tukak (Borok)
Madu dan
propolis sebagai pengelola luka-luka (ulcers) kronis pada kulit sudah ditemukan dan dilaporkan oleh Tossoun et al. (1997). Pengaruh penghambatan
propolis Bulgaria pada bakteri Helicobacter
pylory secara in vitro telah
ditelitioleh Boyanova et al. (2003). Aktivitas dari ekstrak etanol propolis (EEP)
30% telah dievaluasi pada 38 H. pylori yang
diisolasi secara klinis dengan metode difusi “agar-well”. Etanol 30% digunakan sebagai kontrol. Selain itu, pengaruh propolis pada
pertumbuhan 26 strain H. pylori dan
18 strain Campylobacter telah diuji
dengan metode difusi cawan petri (disc
diffusion dengan menggunakan 30, 60, dan 90 µl EEP atau 30 µl per lubang (well) masing-masing dengan ukuran
pertumbuhan 17.8, 21.2, 28.2 dan 8.5 mm. EEP secara signifikan melih aktif
dibanding etanol melawan H. pylori (P
< 0.001). Hasil-hasil yang diperoleh dengan metode difusi cawan menunjukkan
karakter yang sama. Penggunaan propolis basah (moist) menghasilkan diameter penghambatan pertumbuhan sebesar 21.4
mm untuk H. pylori dan 13.6 mm untuk Campylobacter spp. Propolis kering menunjukkan efek antibakteri
terhadap 73.1% isolat H. pylori,
dengan kecenderungan penghambatan diameter pertumbuhan (15 mm) pada 36.4%
isolat lainnya. Penggunaan propolis kering menunjukkan penghambatan diameter
pertumbuhan 12.4 mm untuk H. pylori dan 11.6 mm untuk Campylobacter spp. Mereka menyimpulkan bahwa propolis Bulgaria
menunjukkan aktivitas anti bakteri yang perlu dipertimbangkan untuk H. pylori dan dapat menghambat
pertumbuhan Campylobacter jejuni dan C. coli (Kimoto et al., 1998).
Label:
kesiram minyak panas,
maag,
maag akut,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
sehat sejahtera,
ulcer,
vitamin
Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori
2.
Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol
propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide
propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma
cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu
menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis
selama bertugas di Papua dan Kalimantan].
3.
Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak
etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model,
indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari,
P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan
arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek
analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan
dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari,
P.O.) dan acetyl salicylic acid (100
mg/kg/hari, P.O.). Dalam edema kaki
belakang tikus carrageenan, yang
dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.)
menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200
mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah
injeksi carrageenan. Dari hasil ini
disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis dan akut (Park dan Kahng, 1999).
Sabtu, 30 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur
B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar
untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti. Para peneliti menemukan bahwa senyawa
tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat
mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994). Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata
menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al.,
1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan
meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang
disebut melliferone, tiga triterpenoid
yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic dan betulonic
acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan
diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes.
Moronic acid menunjukkan aktivitas
anti-HiV yang signifikan (Ito et al.,
2001).
Aktivitas Propolis: Anti Mikroba
1.
Aktivitas Anti Mikroba
A. Antibakteri
Banyak peneliti
telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain
Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki
aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki
aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al.,
1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
HiV,
melia propolis,
propolis,
radikal bebas,
regenerative
Jumat, 21 April 2017
SPEK MELIA PROPOLIS
PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
Harga member (kulakan ke STOKIS):
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
--------------------------------
Peluang Penghasilan:
1. RITEL (RESELLER) margin harga konsumen - harga member minimal 10%
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
- Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
- Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
- Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Label:
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
antioksidan,
bee propolis,
benjolan di rahim,
bonus,
multi level marketing,
propolis,
radikal bebas,
reparative,
stroke
Rabu, 02 Desember 2015
Bergabung di PT MSS
Bogor Dramaga Agency, sebagai agen resmi (Stokis) PT. Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) melayani pendaftaran member baru jarak jauh dari seluruh wilayah NKRI. Kami mengajak anda bergabung di PT MSS sebagai member atau distributor Melia propolis dan Melia Biyang. Syarat menjadi member sangatlah mudah. Anda cukup mengisikan data diri pada formulir order yang dapat diunduh di SINI lalu mengirimkannya sebagai attached file ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com. Cara yang lebih mudah dan murah, melalui SMS atau WA.
Syarat & Ketentuan Member Melia Sehat Sejahtera:
- Punya rekening bank pribadi (disarankan: BCA, MANDIRI, BNI atau BRI). Rekening bank gunanya untuk menerima transfer bonus-bonus Anda dari perusahaan.
- Punya tanda pengenal KTP/SIM.
- Punya nomor Handphone GSM yang aktif dan tidak diganti-ganti; sebagai penyampaian Bonus Statement via SMS dari Management perusahaan.
Rabu, 12 Agustus 2015
HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)
Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia
yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang
serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang
kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat
biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam
propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka,
senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada
polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai
antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen
reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas
antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi
baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Anti Kanker
Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)
Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor
yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi).
Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C,
quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81].
Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada
proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan
dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan
ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung
dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor
papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam
propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel
leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme
anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin
kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker
[84].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
Indonesia,
kanker,
kanker rahim,
kanker stadium IV,
peroksida,
phenolic acid,
propolis
ANTI PERADANGAN
Aktifitas Anti-Inflammatory (anti
peradangan)
Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat
antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid
maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh
gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37]
.
Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis
prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2,
leukotrien B4 dan NO (nitric oxide
II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek
menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena
pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2,
lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase
(COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas
ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin
[44,66-68].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
kesiram minyak panas,
nature,
pemulung,
pendarahan,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
SOD
Antibiotik Alami SUPER
Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik
alami)
Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas
anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada
bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada
strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang
paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya
Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu
sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari
senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek
antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering
adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari
reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies
nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2*
dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik
terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik
sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan
deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41].
Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak).
Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis,
perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan
risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan
lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS
dan RNS) [39,46].
Flavonoid dalam Propolis
Flavonoid adalah kelompok polifenol yang sangat banyak jumlahnya,
bervariasi dalam dengan struktur dan sifatnya. Flavonoid adalah zat asal
tumbuhan yang paling luas penyebarannya [36,37]. Elemen dasar dari struktur
flavonoid adalah unit C6-C3-C6 yang terdiri dari 15 atom C, yang mencakup cincin
benzoat dan unit fenilpropana (phenylpropane) [38].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
booking fee,
CAPE,
pemulung,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
SOD,
suplemen
Kandungan Fungsional Propolis
Hingga sekarang, ada sekitar 300 senyawa yang
sudah berhasil diidentifikasi terdapat di dalam propolis. Berikut ini adalah
pengelompokan senyawa-senyawa tersebut yang selanjutnya dikenal sebagai
kandungan dasar propolis: asam-asam fenolat, flavonoid, terpene, senyawa
lemak-lilin, lilin lebah, kandungan biologi dan komponen-komponen lain seperti
vitamin, protein, asam amino dan gula [4, 8, 11].
Selasa, 11 Agustus 2015
Review Propolis Polandia
Terjemahan artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and
Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna
Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal
Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and
Grazyna Swierczek-Zieba1
- Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085
- Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia
- Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia
- Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland
RINGKASAN
Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat
dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan
sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu
diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit
degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau
endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan
aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam
propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas
antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi
propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri,
anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik,
anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi
reparative-regeneratifnya.
Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid
Label:
anti inflammatory,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
kanker,
kanker stadium IV,
melia propolis,
pemulung,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas
Langganan:
Postingan (Atom)














