Laman

Tampilkan postingan dengan label propolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label propolis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2019

Ramadhan 1440 H

Ramadhan 1440 H segera datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Antitoksisitas


B. Efek Protektif terhadap Toksititas Obat-Obat dan Agen Kemoterapi Kanker
Parasetamol dan cyclophosphamid dimetabolisasikan dalam hati oleh sitokrom P450. Pembentukan zat antara metabolisme itu bertanggung jawab pada deplesi sel-sel hati (hepatocyte) dari glutathione dan lipoperoxydation. Vinblastine (suatu agen kemoterapi) bersifat hepatotoxic dan hematotoxic. Sedangkan, senyawa-senyawa flavonoid danpolifenol  memiliki beberapa kasiat biologi dan anti-oksidatif. Pengaruh perlakuan oral flavonoid (diosmine dan quercetine) dalam bentuk ekstrak propolis 60 mg/kg setiap hari selama 14 hari, pada toksisitas hematologikal dan hepatik dari dosis tunggal 80 mg/kg cyclophosphamide dengan injeksi intravenous, vinblastine 2 mg/kg dengan injeksi intravena dan toksisitas hepatik parasetamol diterapi dengan konsumsi oral 200 mg/kg berdasarkan 2/3 LD50 tikus Mister Albino betina telah diteliti. Analisis dilakukan pada interval reguler: 1, 3, 7 dan 14 hari setelah pengobatan. Dalam grup tikus dengan perlakuan cyclophosphamid parasetamol saja teramati sejak hari pertama, suatu peningkatan lipid peroxide (MDA) 120%. Dengan cara yang sama, teramati leucopenia dan thrombopenia (70% pengurangan) teramati pada hari ketiga dan hari ke-14 pada tikus dengan perlakuan chemoterapeutic agents saja (cyclophosphamide dan vinblastine).  Kombinasi flavonoid dengan obat-obat telah jelas mereduksi efek toksik dari obat-obatan. Bahkan aplasic teramati dengan vinblastine, sebagaimana dengan leucopenia dan thrombopenia dari cyclophosphamide terkoreksi sepenuhnya. Dengan cara yang sama, para peneliti mencatat suatu laju restorasi peroxide dan glutathone. Flavonoid tampaknya bekerja dengan aktivasi pergantian glutathione dan enzim-enzim yang merangsang terutama glutathion-transferases yang memungkinkan penangkaran metabolit reaktif dari obat yang diteliti (Lahouel et al., 2004).

Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis

A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik CAPE pada sel-sel colon adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis, tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC). Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE (6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase (MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan CAPE (6 µg/mL).  Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari) pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh suatu anti-inflammatory. Ekstrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya menggunakan assay membran chorioallantoic embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh anti-inflammatoty (Song et al., 2002)

Aktivitas Propolis: Antitumor


5. Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus gundul”, efek artepillin C yang paling nyata terlihat pada carcinoma  dan melanoma malignant. Apoptosis, mitosis abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).

Aktivitas Propolis: Anti Agen Penyebab Tukak atau Tukak


4. Anti Agen penyebab Tukak (Borok)
Madu dan propolis sebagai pengelola luka-luka (ulcers) kronis pada kulit sudah ditemukan dan dilaporkan oleh Tossoun et al. (1997). Pengaruh penghambatan propolis Bulgaria pada bakteri Helicobacter pylory secara in vitro telah ditelitioleh Boyanova et al. (2003).  Aktivitas dari ekstrak etanol propolis (EEP) 30% telah dievaluasi pada 38 H. pylori yang diisolasi secara klinis dengan metode difusi “agar-well”. Etanol 30% digunakan sebagai kontrol.  Selain itu, pengaruh propolis pada pertumbuhan 26 strain H. pylori dan 18 strain Campylobacter telah diuji dengan metode difusi cawan petri (disc diffusion dengan menggunakan 30, 60, dan 90 µl EEP atau 30 µl per lubang (well) masing-masing dengan ukuran pertumbuhan 17.8, 21.2, 28.2 dan 8.5 mm. EEP secara signifikan melih aktif dibanding etanol melawan H. pylori (P < 0.001). Hasil-hasil yang diperoleh dengan metode difusi cawan menunjukkan karakter yang sama. Penggunaan propolis basah (moist) menghasilkan diameter penghambatan pertumbuhan sebesar 21.4 mm untuk H. pylori dan 13.6 mm untuk Campylobacter spp.  Propolis kering menunjukkan efek antibakteri terhadap 73.1% isolat H. pylori, dengan kecenderungan penghambatan diameter pertumbuhan (15 mm) pada 36.4% isolat lainnya. Penggunaan propolis kering menunjukkan penghambatan diameter pertumbuhan 12.4 mm untuk H. pylori  dan 11.6 mm untuk Campylobacter spp. Mereka menyimpulkan bahwa propolis Bulgaria menunjukkan aktivitas anti bakteri yang perlu dipertimbangkan untuk H. pylori dan dapat menghambat pertumbuhan Campylobacter jejuni dan C. coli (Kimoto et al., 1998).

Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori

2. Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis selama bertugas di Papua dan Kalimantan].

3. Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model, indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari, P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari, P.O.) dan acetyl salicylic acid (100 mg/kg/hari, P.O.).  Dalam edema kaki belakang tikus carrageenan, yang dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.) menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200 mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah injeksi carrageenan. Dari hasil ini disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis  dan akut (Park dan Kahng, 1999).

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur


B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti.  Para peneliti menemukan bahwa senyawa tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994).  Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al., 1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang disebut melliferone, tiga triterpenoid yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic  dan betulonic acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes. Moronic acid menunjukkan aktivitas anti-HiV yang signifikan (Ito et al., 2001).

Aktivitas Propolis: Anti Mikroba


1. Aktivitas Anti Mikroba

A. Antibakteri
Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al., 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).

Jumat, 21 April 2017

SPEK MELIA PROPOLIS

PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
 
Harga member (kulakan ke STOKIS):
 
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
 
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
 

Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
 
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
 
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
 
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
 
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
 
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
 
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
 
 

--------------------------------
Peluang Penghasilan: 
1. RITEL (RESELLER) margin harga  konsumen - harga member minimal 10%
 
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
  1. Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
  2. Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
  3. Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Berminat? Silakan email ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 02 Desember 2015

Bergabung di PT MSS

Bogor Dramaga Agency, sebagai agen resmi (Stokis) PT. Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) melayani pendaftaran member baru jarak jauh dari seluruh wilayah NKRI. Kami mengajak anda bergabung di PT MSS sebagai member atau distributor Melia propolis dan Melia Biyang. Syarat menjadi member sangatlah mudah. Anda cukup mengisikan data diri pada formulir order yang dapat diunduh di SINI lalu mengirimkannya sebagai attached file ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com. Cara yang lebih mudah dan murah, melalui SMS atau WA.

Syarat & Ketentuan Member Melia Sehat Sejahtera:
  1. Punya rekening bank pribadi (disarankan: BCA, MANDIRI, BNI atau BRI). Rekening bank gunanya untuk menerima transfer bonus-bonus Anda dari perusahaan.
  2. Punya tanda pengenal KTP/SIM.
  3. Punya nomor Handphone GSM yang aktif dan tidak diganti-ganti; sebagai penyampaian Bonus Statement via SMS dari Management perusahaan.

Rabu, 12 Agustus 2015

HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)

Kesimpulan

Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka, senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Anti Kanker


Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)

Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi). Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C, quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81]. Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker [84].

ANTI PERADANGAN

Aktifitas Anti-Inflammatory (anti peradangan)

Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37] .


Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2, leukotrien B4 dan NO (nitric oxide II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2, lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase (COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin [44,66-68].

Antibiotik Alami SUPER

Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik alami)

Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
 

Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya


Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2* dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41]. Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak). Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis, perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS dan RNS) [39,46].
 

Flavonoid dalam Propolis

Flavonoid adalah kelompok polifenol yang sangat banyak jumlahnya, bervariasi dalam dengan struktur dan sifatnya. Flavonoid adalah zat asal tumbuhan yang paling luas penyebarannya [36,37]. Elemen dasar dari struktur flavonoid adalah unit C6-C3-C6 yang terdiri dari 15 atom C, yang mencakup cincin benzoat dan unit fenilpropana (phenylpropane) [38].
 

Kandungan Fungsional Propolis

Hingga sekarang, ada sekitar 300 senyawa yang sudah berhasil diidentifikasi terdapat di dalam propolis. Berikut ini adalah pengelompokan senyawa-senyawa tersebut yang selanjutnya dikenal sebagai kandungan dasar propolis: asam-asam fenolat, flavonoid, terpene, senyawa lemak-lilin, lilin lebah, kandungan biologi dan komponen-komponen lain seperti vitamin, protein, asam amino dan gula [4, 8, 11].



Selasa, 11 Agustus 2015

Review Propolis Polandia


Terjemahan  artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and Grazyna Swierczek-Zieba
  1. Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085 
  2. Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia 
  3. Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia 
  4. Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland

RINGKASAN

Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri, anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik, anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi reparative-regeneratifnya.

Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid