Laman

Tampilkan postingan dengan label kanker stadium IV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker stadium IV. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Antitoksisitas


B. Efek Protektif terhadap Toksititas Obat-Obat dan Agen Kemoterapi Kanker
Parasetamol dan cyclophosphamid dimetabolisasikan dalam hati oleh sitokrom P450. Pembentukan zat antara metabolisme itu bertanggung jawab pada deplesi sel-sel hati (hepatocyte) dari glutathione dan lipoperoxydation. Vinblastine (suatu agen kemoterapi) bersifat hepatotoxic dan hematotoxic. Sedangkan, senyawa-senyawa flavonoid danpolifenol  memiliki beberapa kasiat biologi dan anti-oksidatif. Pengaruh perlakuan oral flavonoid (diosmine dan quercetine) dalam bentuk ekstrak propolis 60 mg/kg setiap hari selama 14 hari, pada toksisitas hematologikal dan hepatik dari dosis tunggal 80 mg/kg cyclophosphamide dengan injeksi intravenous, vinblastine 2 mg/kg dengan injeksi intravena dan toksisitas hepatik parasetamol diterapi dengan konsumsi oral 200 mg/kg berdasarkan 2/3 LD50 tikus Mister Albino betina telah diteliti. Analisis dilakukan pada interval reguler: 1, 3, 7 dan 14 hari setelah pengobatan. Dalam grup tikus dengan perlakuan cyclophosphamid parasetamol saja teramati sejak hari pertama, suatu peningkatan lipid peroxide (MDA) 120%. Dengan cara yang sama, teramati leucopenia dan thrombopenia (70% pengurangan) teramati pada hari ketiga dan hari ke-14 pada tikus dengan perlakuan chemoterapeutic agents saja (cyclophosphamide dan vinblastine).  Kombinasi flavonoid dengan obat-obat telah jelas mereduksi efek toksik dari obat-obatan. Bahkan aplasic teramati dengan vinblastine, sebagaimana dengan leucopenia dan thrombopenia dari cyclophosphamide terkoreksi sepenuhnya. Dengan cara yang sama, para peneliti mencatat suatu laju restorasi peroxide dan glutathone. Flavonoid tampaknya bekerja dengan aktivasi pergantian glutathione dan enzim-enzim yang merangsang terutama glutathion-transferases yang memungkinkan penangkaran metabolit reaktif dari obat yang diteliti (Lahouel et al., 2004).

Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis

A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik CAPE pada sel-sel colon adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis, tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC). Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE (6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase (MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan CAPE (6 µg/mL).  Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari) pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh suatu anti-inflammatory. Ekstrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya menggunakan assay membran chorioallantoic embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh anti-inflammatoty (Song et al., 2002)

Rabu, 12 Agustus 2015

Anti Kanker


Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)

Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi). Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C, quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81]. Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker [84].

Selasa, 11 Agustus 2015

Review Propolis Polandia


Terjemahan  artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and Grazyna Swierczek-Zieba
  1. Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085 
  2. Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia 
  3. Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia 
  4. Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland

RINGKASAN

Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri, anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik, anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi reparative-regeneratifnya.

Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid

Rabu, 05 Agustus 2015

Kasiat Utama Propolis #2: Antioksidan

Aktivitas Propolis sebagai Antioksidan

Hal ini juga ditetapkan bahwa metabolisme sel menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS), seperti hidrogen peroksida (H2O2), anion superoksida, dan ion hidroksil yang sangat reaktif, serta spesies nitrogen reaktif (RNS), terutama nitrat oksida (NO). ROS dan RNS adalah molekul sinyal yang ideal karena mereka dihasilkan secara lokal, sangat cepat dan diffusible, dan dapat dinetralkan oleh antioksidan seluler [1, 2]. ROS biasanya didetoksifikasi oleh enzim intraseluler, seperti glutathione, superoksida dismutase, katalase dan [3]. Namun, produksi tidak seimbang dan degradasi ROS dan RNS dapat mengakibatkan akumulasi spesies ini reaktif, sering disebut stres oksidatif sebagai. Paparan makromolekul (lipid, protein, DNA, dll) untuk reaktif hasil spesies dalam modifikasi oksidatif dengan efek merusak [4, 5].

Kasiat Utama Propolis #1: Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis

Kasiat Saling Terkait Propolis Sebagai Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis

Pendahuluan
Perkembangan pasar produk alami dan obat-obatan alternatif semakin tertuju pada produk lebah: madu, royal jelly, serbuk sari (bee pollen), dan propolis [1, 2]. Propolis adalah nama generik campuran resin kompleks yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tunas-tunas dan eksudat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Setelah dikumpulkan, bahan ini diperkaya dengan air liur dan sekresi lebah yang mengandung enzim dan digunakan dalam konstruksi, adaptasi, dan perlindungan dari sarang [3, 4].


Dalam beberapa tahun terakhir telah diterbitkan banyak artikel hasil studi tentang kimia propolis, yang mengungkapkan bahwa komposisi propolis sangat bervariasi bergantung pada flora lokal tempat hidup lebah pengumpulnya [5, 6, 7]. Banyak aktivitas biologi yang konsiten dari propolis telah diteliti, tetapi komponen yang bertanggung jawabnya berbeda-beda sesuai dengan zona geografi dan iklim tempat hidup lebah [7].

Selasa, 18 Januari 2011

Kanker Sumsum Tulang Belakang


Kanker Sumsum Tulang Belakang sembuh dengan Melia Propolis dan Melia Biyang
Foto di sebelah adalah Ibu Tumirah (kiri) dan Ibu Safrida (kanan). Tumirah adalah seorang penderita kanker sumsum tulang belakang, sedang Safrida adalah Top Leader member PT MSS wilayah Bogor.
Ceritanya tahun 2007 setelah melahirkan anak pertamanya, Ibu Tumirah mengalami nifas yang tak kunjung berhenti. Setelah diperiksa, Ibu Tumirah didiagnosis menderita anemia. Namun setelah menjalani perawatan tidak kunjung sembuh malah semakin melemah, akhirnya dari pemeriksaan yang lebih intensif, diketahui bahwa Ibu Tumirah menderita kanker sumsum tulang belakang dan sudah mulai menyebar (sel kangker mulai mengalami metastasis). Beliau diputuskan harus menjalani kemoterapi belasan kali. Dengan keterbatasan dana, terpaksa Ibu Tumirah menjalani rawat jalan. Bolak-balik ke RS dengan korsi roda dan naik angkutan umum.

Pada akhirnya, beliau diperkirakan meninggal September 2008. Meskipun begitu sikapnya yang murah senyum dan semangatnya untuk sembuhnya, telah membuat salah seorang wartawan media wanita, meliput dan menyiarkannya untuk menggalang dana pengobatannya. Kebetulan sekali, majalah yang memuat berita Tumirah ini terbaca oleh salah seorang downline Ibu Safrida, yang dengan serta-merta datang menjenguk dan sekaligus mencobakan Melia Propolis dan Melia Biyang.

Tidak perlu diperpanjang, singkat cerita setelah 6 bulan menjalani terapi Melia Propolis dan Melia Biyang, Ibu Tumirah untuk pertama kalinya mampu bangkit dari kursi roda dan berjalan untuk menolong anak semata-wayangnya yang ketika itu jatuh dan menangis. Hingga kini Ibu Tumirah tetap rajin mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang dengan dosis lumayan tinggi, mengingat metastasis kankernya yang sudah cukup menghawatirkan.

Yang jelas sekarang Ibu Tumirah sudah merasa bukan sebagai pasien, tetapi ‘mantan’ penderita kanker yang memiliki penghasilan harian cukup lumayan. Satu pesan menarik dari beliau adalah: “Saya, Tumirah, dengan segala kelemahan sebagai penderita kanker telah membuktikan manfaat Propolis dan Biyang. Tumirah mampu menjalankan bisnisnya, apalagi “Bapak – Ibu” sekalian, pasti jauh lebih mampu menyebar luaskan informasi kesehatan ini untuk seluruh masyarakat luas di sekitar Bapak – Ibu, sekalian.



Salam Sukses dari Bogor.


Propolis antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Melia Biyang efektif sebagai stimulan kelenjar Pituitary untuk memproduksi hormon pertumbuhan (HGH) lebih banyak lag. Kemasan dalam botol 15 ml harga eceran Rp 440,000. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pendaftaran Rp 125,000. Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com.