Laman

Tampilkan postingan dengan label bee propolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bee propolis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Antitumor


5. Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus gundul”, efek artepillin C yang paling nyata terlihat pada carcinoma  dan melanoma malignant. Apoptosis, mitosis abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).

Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori

2. Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis selama bertugas di Papua dan Kalimantan].

3. Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model, indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari, P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari, P.O.) dan acetyl salicylic acid (100 mg/kg/hari, P.O.).  Dalam edema kaki belakang tikus carrageenan, yang dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.) menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200 mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah injeksi carrageenan. Dari hasil ini disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis  dan akut (Park dan Kahng, 1999).

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur


B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti.  Para peneliti menemukan bahwa senyawa tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994).  Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al., 1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang disebut melliferone, tiga triterpenoid yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic  dan betulonic acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes. Moronic acid menunjukkan aktivitas anti-HiV yang signifikan (Ito et al., 2001).

Aktivitas Propolis: Anti Mikroba


1. Aktivitas Anti Mikroba

A. Antibakteri
Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al., 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).

Senin, 25 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Kandungan kimia


Konstituen kimia Propolis
Propolis adalah resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev, 1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones, flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al, 1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).

Aktivitas Propolis: Pendahuluan


PENDAHULUAN

Propolis adalah campuran resin yang dikumpulkan dari pepohonan oleh Apis mellifera (lebah madu), yang digunakan sebagai bahan isolasi bangunan di sarang lebah serta untuk menjaga kesehatan yang baik di dalam sarang (Greenaway et al., 1990). Ia memiliki manfaat farmakologi yang penting dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan sebagai anti-inflamasi dan agen hipotensi (penurun tekanan darah), stimulan sistem kekebalan tubuh, dan agen bakteriostatik dan bakterisida, dan masih banyak kegunaan lain (Ghisalberti, 1979). Semua aplikasi tersebut telah meningkatkan permintaan farmasi dan telah menjadi suatu subyek yang menarik dalam berbagai penelitian. Propolis cukup kompleks komposisi kimianya berupa fenol, tanin, polisakarida, terpen, asam aromatik dan aldehida, dan berbagai senyawa lain (Asis, 1989; Koo dan Park, 1997). Di Argentina, INAL (The National Food Institute) propolis telah diakui sebagai suplemen diet pada tahun 1995 (file 2110-003755-4 di Argentina Food Code) (Gonzalez et al., 2003).

Aktivitas Propolis - Abstrak

Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31

Abstrak
Propolis adalah produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat, quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya, kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.

Kata kunci: Propolis lebah madu- aktivitas biologi - anti-tumor - anti-inflamasi - anti-bakteri

Jumat, 11 Mei 2018

RAMADHAN 1440 H

Ramadhan 1439 H tinggal sehari lagi datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Bau napas tak sedap istilah medisnya HALITOSIS, dapat diatasi dengan mengonsumsi propolis. Caranya, ketika mengakhiri makan sahur, kumur-kumur air 1/2 gelas yang ditetesi 5 tetes Melia Proppolis dan air kumuran ditelan, kemudian ketika mengawali buka puasa, berkumur lagi air 1/2 gelas dengan 5 tetes propolis dan air kumuran ditelan. Sehari perlu 10 tetes per orang = 15 ml selama RAMADHAN. Berikut adalah hitung-hitungan kebutuhan uangnya selama sebulan berpuasa jika mengonsumsi teratur Melia Propolis dan Melia Biyang.
Berapa biaya yang harus Anda keluarkan sekeluarga dengan mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang selama berpuasa Ramadan (dianggap 30 hari). Dengan keuntungan yang sangat jelas: Anda terbebas dari masalah bau napas tak sedap selama berpuasa, memperoleh kesehatan dan kebugaran prima selama menjalankan ibadah puasa dan memperoleh peluang bisnis SANGAT DAHSYAT dengan penghasilan mencapai Rp 1,200,000 SEHARI dari modal yang dikeluarkan sekali selamanya hanya senilai Rp 1,175,000.
Inilah hitungannya:
RAMADHAN
Nah, masih jauh lebih murah dibandingkan harga jajanan untuk berbuka, bukan?
Mari segera bergabung dan menyiapkan Propolis dan Biyang menghadapi Ramadan 1440 H dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh semangat, bugar dan percaya diri, karena bebas dari persoalan BAU NAPAS TAK SEDAP.

Melia Propolis
Melia Biyang

Sabtu, 20 Januari 2018

Segitiga Antioksidan Propolis


Propolis telah diteliti kandungan bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds) dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory (meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).

Berbagai penyakit fisiologi manusia umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.

Stres oksidatif ini akan menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi terkait dengan diabetes mellitus dan sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus) adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan (scavenging) radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.

Propolis telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya. Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan seperti segitiga antioksidan propolis berikut.



Pada gambar segitiga antioksidan propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.

Pengaruh propolis pada pembuluh darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh. Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.

Dengan demikian secara ringkas kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat melindungi tubuh dari inflamasi internal yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi, termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.

Selanjutnya aktivitas antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]

Disarikan dari:
Daleprane JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant, Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine 2013(4):175135

[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]

Jumat, 21 April 2017

SPEK MELIA PROPOLIS

PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
 
Harga member (kulakan ke STOKIS):
 
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
 
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
 

Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
 
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
 
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
 
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
 
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
 
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
 
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
 
 

--------------------------------
Peluang Penghasilan: 
1. RITEL (RESELLER) margin harga  konsumen - harga member minimal 10%
 
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
  1. Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
  2. Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
  3. Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Berminat? Silakan email ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 12 Agustus 2015

Reparasi dan Regenerasi

Efek Reparatif dan Regenaratif

Fungsi biotik yang sangat signifikan dari propolis adalah efek reparatif-regeneratif pada jaringan [118]. Ekstrak propolis standar menampilkan efek regeneratif pada jaringan yang rusak karena mengandung banyak senyawa yang bertindak komprehensif untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan) sel dan metabolisme sistemik dengan mengaktifkan ATPase dan tetrasol-reduktase. Hal ini meningkatkan indeks mitosis dan dengan demikian memfasilitasi regenerasi jaringan dan memperpendek masa penyembuhan [119].

Aktivitas sinergis komponen fenolik menyebabkan modulasi akumulasi kolagen tipe I dan III di tempat kerusakan-termal jaringan (inflamasi). Oleh karena itu, kondisi biokimia yang kondusif diciptakan untuk berlangsungnya proses penyembuhan, meminimalkan scarification berlebihan atau menghilangkan tampilan keloid [120]. Dalam studi laboratorium pengaruh propolis ditunjukkan oleh akumulasi kondroitin dan asam hyaluronik, yang untuk mempengaruhi efektivitas tahap renovasi dari proses reparatif sel dan jaringan [121].
 

Anti HiV AIDs


Aktifitas Anti-HIV

Para peneliti telah membuktikan sifat antivirus flavonoid sehingga dianggap potensial sebagai agen anti-HIV. Aktivitas antivirus flavonoid secara komprehensif dibahas dalam penelitian Wang et al. [113]. Flavonoid bertindak sebagai reverse transcriptase inhibitor-transcriptase-reverse adalah enzim yang diperlukan untuk pengembangan HIV-serta inhibitor RNA polimerase yang dikode oleh DNA [114]. Middleton et al. juga menggambarkan aktivitas antiintegrase dan antiprotease [115]. Komponen propolis aktif, seperti asam caffeic phenethyl ester, quercetin dan kaempferol, mengganggu replikasi HIV-1 dengan menghambat HIV-1 integrase. Veljkovic et al. telah menunjukkan bahwa epicatechin, baikalin dan EGCG menghambat penetrasi virus ke dalam sel sebagai akibat gangguan interaksi antara protein dalam amplop virus dengan molekul permukaan sel yang diserang. Selanjutnya, quercetin menghambat aktivitas protein Vpr virus, yang bertanggung jawab pada proses proliferasi virus dan mengaktifkan integrase dan proteinase [116].

Studi yang dilakukan pada propolis Brasil telah menunjukkan penampilan aktivitas anti-HIV yang signifikan. Ito et al. [117] telah menunjukkan bahwa asam dalam propolis Brasil ditandai dengan aktivitas anti-HIV EC50 <0,1 mg/mL. Telah diamati bahwa modifikasi triterpenoid terkait asam betulic dan terkait asam oleanolic meningkatkan potensi dampak senyawa ini pada virus HIV. Esterisasi gugus 3?-Hydroxy dalam dua triterpen ini meningkatkan aktivitas anti-HIV [117]. Mengingat data di atas, komponen propolis yang aktif secara biologi dapat menjadi agen potensial pada terapi di masa depan dalam pengobatan AIDS.

 

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Pelindung Jantung


Efek pada Sistem Kardiovaskular

Senyawa polifenol, terutama flavonoid, menstabilkan dan memperkuat pembuluh darah. Oleh karena itu, senyawa polifenol dapat digunakan untuk mencegah perdarahan, ekimosis, varises dan aterosklerosis [36]. Aktivitas vasoprotectif terkait dengan pengkhelatan ion Cu, yang menghasilkan penghambatan hyaluronidase yang mendepolimerisasi asam hyaluronic, dan hyaluronidase yang menghidrolisis elastin, sehingga memperkuat dan melapisi endothelium pembuluh darah [41]. Permeabilitas pembuluh juga menurun yang secara tidak langsung merupakan efek penghambatan metabolisme katekolamin dengan menonaktifkan katekol-O-methyltransferase. Kegiatan ini didefinisikan sebagai tipe aktivitas vitamin P [37].

Flavonoid dalam Propolis

Flavonoid adalah kelompok polifenol yang sangat banyak jumlahnya, bervariasi dalam dengan struktur dan sifatnya. Flavonoid adalah zat asal tumbuhan yang paling luas penyebarannya [36,37]. Elemen dasar dari struktur flavonoid adalah unit C6-C3-C6 yang terdiri dari 15 atom C, yang mencakup cincin benzoat dan unit fenilpropana (phenylpropane) [38].
 

Rabu, 05 Agustus 2015

Kasiat Utama Propolis #4L Anti-angiogenik


4. Aktivitas Antiangiogenik

Angiogenesis adalah proses bertahap pembentukan pembuluh darah. Proses ini diatur secara ketat melibatkan migrasi, proliferasi, dan diferensiasi sel endotel [1]. Peraturan angiogenesis tidak ada atau menyimpang pada beberapa penyakit yang ditandai dengan perkembangan pembuluh darah terus-menerus. Angiogenesis tidak lazim ini terjadi di lebih dari 80 penyakit, khususnya pada berbagai jenis kanker dan penyakit inflamasi aterosklerosis [2, 3].
 
Menurut Keshavarz et al. [4], ekstrak propolis hijau mengandung artepillin C dan CAPE secara signifikan mengurangi jumlah pembentukan baru terbentuk dan ekspresi metalloproteinase (MMPs) dan produksi faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dari sel endotel [5]. Langkah yang berbeda dari angiogenesis dapat dipengaruhi oleh propolis dan komponennya. Propolis Brasil dan komponen utamanya, artepillin C, dapat menghambat proliferasi sel endotel vena umbilikalis manusia (HUVEC), serta migrasi sel dan tabung kapiler pembentukan endotel, dengan cara yang tergantung dosis. Selain itu, artepillin C dapat menekan angiogenesis baik secara in vivo maupun in vitro, sementara CAPE menghambat MMP-2, MMP-9, dan aktivitas VEGF [5, 6, 7, 8].
 
Efek dari propolis Brasil pada apoptosis HUVEC diselidiki oleh Xuan et al. [9]. Pada konsentrasi rendah (12,5 mg/mL), polifenol dalam ekstrak etanol propolis Brasil penurunan ekspresi integrin b4 dan p53 dan produksi ROS. Efek sebaliknya diamati pada konsentrasi polifenol tinggi (25 dan 50 mg / mL), bersama dengan depresi potensial membran mitokondria. Dengan demikian, dosis tinggi dari polifenol dari propolis Brasil dapat menyebabkan apoptosis HUVEC dengan bertindak pada jalur sinyal b4 dan p53 integrin, mengakibatkan gangguan potensial membran mitokondria dan peningkatan generasi ROS.
 

Kasiat Utama Propolis #3: Protektan Jantung

 
Aktifitas Kardioprotektif (Perlindungan Jantung)
Modulasi penanda penyakit kardiovaskular dengan propolis telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Uji in vitro dan in vivo telah dikembangkan untuk menjelaskan mekanisme molekuler dari efek menguntungkan ini, seperti pada: pengaturan metabolisme glukosa dan lipoprotein; modulasi ekspresi gen; penurunan aktivitas reseptor pemulung, sitokin inflamasi, dan stres oksidatif; perbaikan fungsi endotel; dan penghambatan agregasi platelet.




Kasiat Utama Propolis #2: Antioksidan

Aktivitas Propolis sebagai Antioksidan

Hal ini juga ditetapkan bahwa metabolisme sel menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS), seperti hidrogen peroksida (H2O2), anion superoksida, dan ion hidroksil yang sangat reaktif, serta spesies nitrogen reaktif (RNS), terutama nitrat oksida (NO). ROS dan RNS adalah molekul sinyal yang ideal karena mereka dihasilkan secara lokal, sangat cepat dan diffusible, dan dapat dinetralkan oleh antioksidan seluler [1, 2]. ROS biasanya didetoksifikasi oleh enzim intraseluler, seperti glutathione, superoksida dismutase, katalase dan [3]. Namun, produksi tidak seimbang dan degradasi ROS dan RNS dapat mengakibatkan akumulasi spesies ini reaktif, sering disebut stres oksidatif sebagai. Paparan makromolekul (lipid, protein, DNA, dll) untuk reaktif hasil spesies dalam modifikasi oksidatif dengan efek merusak [4, 5].

Kasiat Utama Propolis #1: Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis

Kasiat Saling Terkait Propolis Sebagai Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis

Pendahuluan
Perkembangan pasar produk alami dan obat-obatan alternatif semakin tertuju pada produk lebah: madu, royal jelly, serbuk sari (bee pollen), dan propolis [1, 2]. Propolis adalah nama generik campuran resin kompleks yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tunas-tunas dan eksudat dari berbagai tumbuh-tumbuhan. Setelah dikumpulkan, bahan ini diperkaya dengan air liur dan sekresi lebah yang mengandung enzim dan digunakan dalam konstruksi, adaptasi, dan perlindungan dari sarang [3, 4].


Dalam beberapa tahun terakhir telah diterbitkan banyak artikel hasil studi tentang kimia propolis, yang mengungkapkan bahwa komposisi propolis sangat bervariasi bergantung pada flora lokal tempat hidup lebah pengumpulnya [5, 6, 7]. Banyak aktivitas biologi yang konsiten dari propolis telah diteliti, tetapi komponen yang bertanggung jawabnya berbeda-beda sesuai dengan zona geografi dan iklim tempat hidup lebah [7].

Sabtu, 18 Juli 2015

Propolis sebagai ANTI TUMOR


914/04 QIKANG ZHANG; JINGJING ZHOU; ZHENHONG WU; ZHONGMIN FU; XIAOQING MIAO [Study on the anti-tumour effect of “Shen Feng” J9311 propolis capsule]. Apiculture of China (2003)  54 (5) 4-6 [Ch, en, Bj] Apitherapy Inst., Fujian Agriculture and forestry Univ., Fujian, China. For S180 tumours, a dose of 0.6-4.8g propolis/kg was found to be effective for inhibition; for H22 tumours, rate of inhibition was quite similar at doses of 0.8, 1.6 and 3.2g/kg. [S180 = Mice Sarcoma Cells 180: A sarcoma (from the Greek ‘sarx’ meaning “flesh”) is a cancer that arises from transformed connective tissue cells] – KDP from WIKIPEDIA]. 
 

Selasa, 14 Agustus 2012

Bee Propolis stops Tumors

Bee Propolis Stops Tumors from Neurofibromatosis and Cancer

by Barbara L. Minton
(NaturalNews) Honeybees are some of the most amazing creatures ever created by nature. They play a vital role in much of the food supply through pollination, and they provide people with a healthy natural alternative to sugar. Some of the most interesting aspects of bees are the substances they make to use themselves. Propolis is a natural resin found in young tree buds. Bees collect it for use as a glue to seal their homes. Propolis is an exceedingly complex product that contains substances that prevent and treat diseases ranging from cancer to the common cold. Recent research has documented the ability of propolis to suppress the growth of human tumors from neurofibromatosis and cancer.