PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan, berupa Melia Propolis dan Melia Biyang. Keduanya dipasarkan dalam jaringan (MLM), tetapi member bisa memasarkannya secara retail kepada konsumen bebas dengan cashback sekitar 25% dari harga member. Merlia Propolis tersedia dalam kemasan botol 6 ml, 30 ml dan 55 ml. Untuk penghitungan konsumsi selama berpuasa digunakan kemasan 6ml. Melia Biyang tersedia dalam kemasan botol 15 ml.
Tampilkan postingan dengan label melia propolis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melia propolis. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Mei 2019
Bugar Berpuasa
Label:
antibiotik,
antioksidan,
awet muda,
bugar puasa,
flavonoid,
halitosis,
herbal,
maag,
melia biyang,
melia propolis,
MLM,
multi level marketing,
napas tak sedap,
pemulung,
pituitary,
puasa,
ramadhan
Ramadhan 1440 H
Ramadhan 1440 H segera datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Selasa, 25 September 2018
Aktivitas Propolis: Antitoksisitas
B. Efek Protektif terhadap Toksititas
Obat-Obat dan Agen Kemoterapi Kanker
Parasetamol dan cyclophosphamid dimetabolisasikan dalam
hati oleh sitokrom P450. Pembentukan zat antara metabolisme itu bertanggung
jawab pada deplesi sel-sel hati (hepatocyte)
dari glutathione dan lipoperoxydation. Vinblastine (suatu
agen kemoterapi) bersifat hepatotoxic dan
hematotoxic. Sedangkan,
senyawa-senyawa flavonoid danpolifenol memiliki
beberapa kasiat biologi dan anti-oksidatif. Pengaruh perlakuan oral flavonoid (diosmine dan quercetine) dalam bentuk ekstrak propolis 60 mg/kg setiap hari
selama 14 hari, pada toksisitas hematologikal dan hepatik dari dosis tunggal 80
mg/kg cyclophosphamide dengan injeksi
intravenous, vinblastine 2 mg/kg dengan
injeksi intravena dan toksisitas hepatik parasetamol diterapi dengan
konsumsi oral 200 mg/kg berdasarkan 2/3 LD50 tikus Mister Albino betina telah
diteliti. Analisis dilakukan pada interval reguler: 1, 3, 7 dan 14 hari setelah
pengobatan. Dalam grup tikus dengan perlakuan cyclophosphamid parasetamol saja teramati sejak hari pertama, suatu
peningkatan lipid peroxide (MDA)
120%. Dengan cara yang sama, teramati leucopenia
dan thrombopenia (70% pengurangan)
teramati pada hari ketiga dan hari ke-14 pada tikus dengan perlakuan chemoterapeutic agents saja (cyclophosphamide dan vinblastine). Kombinasi flavonoid dengan obat-obat telah
jelas mereduksi efek toksik dari obat-obatan. Bahkan aplasic teramati dengan vinblastine,
sebagaimana dengan leucopenia dan thrombopenia dari cyclophosphamide terkoreksi sepenuhnya. Dengan cara yang sama, para
peneliti mencatat suatu laju restorasi peroxide
dan glutathone. Flavonoid tampaknya bekerja
dengan aktivasi pergantian glutathione dan enzim-enzim yang merangsang terutama
glutathion-transferases yang memungkinkan penangkaran metabolit reaktif dari
obat yang diteliti (Lahouel et al.,
2004).
Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis
A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada
Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang
berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik
CAPE pada sel-sel colon
adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis,
tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC).
Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan
struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE
(6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga
menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase
(MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan
CAPE (6 µg/mL). Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari)
pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan
level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival
capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut
menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent
antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat
bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara
angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh
suatu anti-inflammatory. Ekstrak
etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu
komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya
menggunakan assay membran chorioallantoic
embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial
betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay
CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas
anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh
anti-inflammatoty (Song et al., 2002)
Sabtu, 30 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur
B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar
untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti. Para peneliti menemukan bahwa senyawa
tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat
mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994). Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata
menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al.,
1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan
meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang
disebut melliferone, tiga triterpenoid
yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic dan betulonic
acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan
diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes.
Moronic acid menunjukkan aktivitas
anti-HiV yang signifikan (Ito et al.,
2001).
Aktivitas Propolis: Anti Mikroba
1.
Aktivitas Anti Mikroba
A. Antibakteri
Banyak peneliti
telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain
Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki
aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki
aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al.,
1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
HiV,
melia propolis,
propolis,
radikal bebas,
regenerative
Senin, 25 Juni 2018
Aktivitas Propolis - Abstrak
Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam
Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen
Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan
Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat
City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31
Abstrak
Propolis adalah
produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis
digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan
pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama
berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti
mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah
menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna
atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain
itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis
dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia
propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat,
quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik
telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis
tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya,
kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan
periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis
lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
maag akut,
melia propolis
Jumat, 11 Mei 2018
RAMADHAN 1440 H
Ramadhan 1439 H tinggal sehari lagi datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Bau napas tak sedap istilah medisnya HALITOSIS, dapat diatasi dengan mengonsumsi propolis. Caranya, ketika mengakhiri makan sahur, kumur-kumur air 1/2 gelas yang ditetesi 5 tetes Melia Proppolis dan air kumuran ditelan, kemudian ketika mengawali buka puasa, berkumur lagi air 1/2 gelas dengan 5 tetes propolis dan air kumuran ditelan. Sehari perlu 10 tetes per orang = 15 ml selama RAMADHAN. Berikut adalah hitung-hitungan kebutuhan uangnya selama sebulan berpuasa jika mengonsumsi teratur Melia Propolis dan Melia Biyang.
Berapa biaya yang harus Anda keluarkan sekeluarga dengan mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang selama berpuasa Ramadan (dianggap 30 hari). Dengan keuntungan yang sangat jelas: Anda terbebas dari masalah bau napas tak sedap selama berpuasa, memperoleh kesehatan dan kebugaran prima selama menjalankan ibadah puasa dan memperoleh peluang bisnis SANGAT DAHSYAT dengan penghasilan mencapai Rp 1,200,000 SEHARI dari modal yang dikeluarkan sekali selamanya hanya senilai Rp 1,175,000.
Inilah hitungannya:

Nah, masih jauh lebih murah dibandingkan harga jajanan untuk berbuka, bukan?
Mari segera bergabung dan menyiapkan Propolis dan Biyang menghadapi Ramadan 1440 H dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh semangat, bugar dan percaya diri, karena bebas dari persoalan BAU NAPAS TAK SEDAP.


Senin, 22 Januari 2018
Makin Mudah, Makin Murah
Berlaku sejak 22 Januari 2018, PT MSS meningkatkan kemudahan menjadi MEMBER dan menjalankan Bisnis RETAIL produk MLM.
MEMBERSHIP:
MEMBERSHIP:
- SILVER; Belanja produk senilai 400 PV (Rp 440,000) + biaya pendaftaran Rp 75.000
- GOLD; Belanja produk senilai 1000 PV (Rp 1,100,000) + biaya pendaftaran Rp 75,000
Pilihan Produk dan Harga:
PELUANG PENGHASILAN
Info lebih lanjut: mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
Sabtu, 20 Januari 2018
Segitiga Antioksidan Propolis
Propolis telah diteliti kandungan
bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah
senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds)
dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul
propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis
dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory
(meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti
inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan
penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).
Berbagai penyakit fisiologi manusia
umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres
oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan
metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal
bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan
secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat
makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak
mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.
Stres oksidatif ini akan
menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan
berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai
penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan
pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh
darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel
menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi
terkait dengan diabetes mellitus dan
sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan
demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk
kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus)
adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan
(scavenging)
radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.
Propolis telah terbukti memiliki
aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya.
Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan
seperti segitiga antioksidan propolis berikut.
Pada gambar segitiga antioksidan
propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres
oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah
berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk
diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan
dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah
penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.
Pengaruh propolis pada pembuluh
darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh.
Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh
sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah
ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan
nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker
tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya
tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di
sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.
Dengan demikian secara ringkas
kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena
dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang
dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat
melindungi tubuh dari inflamasi internal
yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi,
termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.
Selanjutnya aktivitas antioksidan
tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah
sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular.
Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam
jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel
kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya
adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel
kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]
Disarikan dari:
Daleprane
JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant,
Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine
2013(4):175135
[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
flavonoid,
HiV,
melia propolis,
phenolic acid,
ROS,
SOD
Rabu, 02 Desember 2015
Bergabung di PT MSS
Bogor Dramaga Agency, sebagai agen resmi (Stokis) PT. Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) melayani pendaftaran member baru jarak jauh dari seluruh wilayah NKRI. Kami mengajak anda bergabung di PT MSS sebagai member atau distributor Melia propolis dan Melia Biyang. Syarat menjadi member sangatlah mudah. Anda cukup mengisikan data diri pada formulir order yang dapat diunduh di SINI lalu mengirimkannya sebagai attached file ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com. Cara yang lebih mudah dan murah, melalui SMS atau WA.
Syarat & Ketentuan Member Melia Sehat Sejahtera:
- Punya rekening bank pribadi (disarankan: BCA, MANDIRI, BNI atau BRI). Rekening bank gunanya untuk menerima transfer bonus-bonus Anda dari perusahaan.
- Punya tanda pengenal KTP/SIM.
- Punya nomor Handphone GSM yang aktif dan tidak diganti-ganti; sebagai penyampaian Bonus Statement via SMS dari Management perusahaan.
Rabu, 12 Agustus 2015
Asam-asam Fenolat, Zat Aktif Propolis
Asam-asam fenolat adalah senyawa yang tersusun dari cincin benzene, gugus
karboksil dan gugis hidroksil Aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat
ditentukan oleh jumlah gugus hidroksil pada molekulnya dan efek sterat-nya
(steric effect) [23]. Posisi gugus karboksil, seperti halnya tipe
substitusi pada cincin aromatik, mempengaruhi aktivitas antioksidatif
senyawa-senyawa ini. Pada kenyataannya energi ikata antara ato hydrogen dan atom
oksigen dalam gugus hidroksil yang terikat pada sistem cincin aromatik lebih
lemah dibandingkan ikatan serupa pada senyawa-senyawa alifatik
(aliphatic). Penurunan kepadatan eektron dalam atom oksigen merupakan
hasil efek resonansi dari cincin aromatik, oleh karena itulah atom hydrogen yang
dilepas dari gugus hidroksil dan senyawa-senyawa frnolat menjadi radikal fenoksi
(phenoxy radicals) yang relative stabil karena peningkatan muatan di
dalam cincin aromatik (Gambar 1). Penggabungan radikal fenoksi menghasilkan
quinines atau masuk ke dalam reaksi lain, seperti
contohnya dimerization atau substitusi radikal [24,25]
Aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat berbanding terbalik dengan besarnya
enthalphy pemecahan ikatan O-H di dalam lingkungan polar lemah.
Mekanisme peningkatan lanungan ikatan O-H dalam suatu cincin fenolat dalam
transfer atok hydrogen (HAT) menjadi radikal superoksida [26]. Turunan
monohidroksi dari asam benzoate dengan satu gugus hidroksil dalam posisi ortho
atau para dalam cincin tidak menunjukkan aktivitas antioksidatif, sebaliknya
turunan-turunan radikal pada posisi meta-hidroksi membangkitkan radikal dalam
fase terlarut. Hal ini terkait dengan kemampuan gugus karboksil menarik electron
dan mempengaruhio posisi orto- dan para- dalam cincin. Asam-asam fenlat
monohidroksi adalah pemulung efektif untuk radikal hidroksil. Selanjutnya,
aktivitas antioksidatif meningkat dalam asam-asam dengan satu gugus hidroksil
bersama dengan keberadaan gugus metoksi tambahan di dalam cincin. Substitusi
satu gugus alkil atau satu gugus metoksi dalam posisi orto meningkatkan
stabilitas dan merupakan kasiatr antioksidan dari asam-asam fenolat [27]
Turunan dihidroksi asam benzoat menunjukkan kasiat antioksidatif sangat kuat
ketika gugus hidroksilnya berada pada posisi 3 dan 5. Diantara turunan asam
benzoat, asam galat (gallic acid) mengandung tiga gugus hidroksil pada
posisi 3, 4 dan 5, telah dikarakterisasi sebagai antioksidan sangat baik dan
kuat [24]. Esterifikasi gugus hidroksil asam galat menurunkan kemampuan
antioksidannya.
Pengaruh penambahan gugus hidroksil dalam cincin aromatik meningkatkan
aktivitas antioksidatif. Hal ini mungkin teramati pula pada kasus asam sinamat
(cinnamic acid). Asam kafeat (caffeic acid) memiliki efek
antioksidatif lebih kuat dan diikuti oleh Asam kumarat (coumaric acid)
[28,29]
Kekuatan antioksidatif asam-asam fenolat ditentukan oleh letak gugus
karboksil. Grup karboksil memiliki impak negative pada kasiat donor dari
hidroksi benzoat dan turunan-turunannya. Dengan cicin samping yang mengandung
gugus etilen, asam hidroksi-sinamat menunjukkan kemampuan donor hydrogen yang
lebih besar dan radikal yang terbentuk dalam cara ini lebih mantap (stabil).
Oleh karena itu, turunan-turunan dari asam sinamat memilikikasiat antioksidatif
yang lebih kuat dibandingkan turunan-turunan asam benzoat [23,30]. Introduksi
gugus etilen diantara cincin fenil (phenyl ring) yang mengandung gugus
hidroksi dalam posisi para- dan gugus karboksil, seperti pada asam p-kumarat
meningkatkan kasiat reduktif dari gugus hiodroksi dibandingkan dengan asam
sinamat. Asam ferulat (ferulic acid), dengan satu gugus metoksi pada
posisi 3 menunjukkan kemampuan untuk menstabilkan radikal-radikal fenoksi
dibandingkan dengan asam p-kumarat [24]. Namun demikian, substitusi hydrogen
dalam gugus hidroksil dengan gugus metal mungkin memiliki efek yang bervariasi
dalam aktivitas antioksidatif asam-asam febnolat, bergantung pada polaritas
lingkungan. Dalam fase lipofilik, turunan asam dihidroksi sinamat menunjukkan
kemampuan yang lebih besar untuk menginmobilisasi radikal-radikal bebas turunan
monohidroksi. Asam kafeat diindikasi memiliki reaktivitas lebih baikterhadap
radikal bebas dalam lingkungan berair dibandingkan asam ferulat. Asam ferulat
menunjukkan afinitas terhadap lipida, yang terkait dengan proses substitusi pada
Gambar 1 tentang oksidasi senyawa-senyawa fenolat [25].
Aktivitas antioksidatif
asam-asam fenolat berbanding terbalik dengan ukuran entalpi (enthalpy)
dari pemutusan ikatan O-H dalam suatu lingkuyngan polar yang lemah. Mekanisme
pemutusan ikatan O-H dalam cincin fenolat termasuk dalam transfer atom hydrogen
(HAT) ke suatu radikal superoksida (superoxide radicals) [26]. Turunan
monohidroksi asam benzoat dengan satu gugus hidroksil dalam posisi orto atau
para dalam cincin tidak menunjukkan aktivitas antioksidatif pada fase air,
berkebalikan dengan turunan radikal yang terbentuk dalam posisi
meta-monohidroksi. Hal ini terkait dengan kemampuan gugus karboksil untuk
menarik elektron dan mempengaruhi posisi orto atau para pada cincin fenolat.
Asam-asam monohidroksi adalah pemulung radikal hidroksil yang
efektif. Selanjutnya, aktivitas antioksidan meningkat dalam asam dengan
satu gugus hidroksil bersama dengan kehadiran gugus metoksi tambahan dalam
cincin. Substitusi gugus alkil atau metoksi pada posisi orto meningkatkan
stabilitas dan sifat antioksidan asam-asam fenolat [27]. Turunan-turunan asam
dihidroksi-benzoat menunjukkan aktivitas antioksidatif paling kuat ketika gugus
hidroksilnya berada pada posisi 3 dan 5. Diantara turunan-turunan asam benzoat,
asam galat (gallic acid), mengandung tiga gugus hidroksil pada posisi
3, 4 dan 5, yang telah berhasil dikarakterisasi memiliki kasiat antioksidatif
yang sangat baik [24]. Estrifikasi gugus karbnoksilpada asam galat menurunkan
kemampuan antioksidannya.
Pengaruh gugus hidroksil tambahan dalam cincin aromatik pada peningkatan
aktivitas antioksidatif dapat diamati juga dalam kasus asam sinamat. Asam kafeat
memiliki efek yang lebih kuat dari pada asam kumarat [28,29].
Kekuatan aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat ditentukan oleh lokasi
gugus karboksil. Gugus ini memiliki dampak negatif pada sifat donor
hidroksi-benzoate dan turunan-turunannya. Dengan memiliki rantai samping yang
mengandung gugus etilen, asam hidroksi-sinamat menampilkan kemampuan yang lebih
besar untuk menyumbangkan hidrogen dan dengan cara ini radikal dibuat menjadi
lebih stabil. Dengan demikian, turunan asam sinamat menampilkan sifat
antioksidan lebih baik dari pada turunan asam benzoat [23,30]. Pengenalan gugus
etilen antara cincin fenil yang mengandung gugus hidroksi pada posisi para dan
satu dan gugus karboksil, seperti pada asam p-kumarat, menyebabkan peningkatan
sifat reduktif dari kelompok hidroksil dibandingkan dengan asam sinamat. Asam
ferulat, dengan kelompok metoksi pada posisi 3 menampilkan kemampuan lebih besar
untuk menstabilkan radikal fenoksi dibandingkan asam p-kumarat [24]. Namun,
penggantian hidrogen di gugus hidroksil dengan gugus metil mungkin memiliki efek
bervariasi pada aktivitas antioksidatif asam fenolat, tergantung pada polaritas
lingkungan. Pada fase lipofilik, turunan asam dihidroksi-sinamat menampilkan
kemampuan yang lebih besar untuk melumpuhkan radikal bebas dibandingkan
turunan-turunan monohidroksinya. Asam kafeat memiliki reaktivitas yang lebih
baik terhadap radikal dalam lingkungan air dibandingkan asam ferulat. Asam
ferulat menampilkan afinitas untuk lipid, yang terkait dengan substitusi atom
hidrogen dalam gugus hidroksil dengan gugus metil. Oleh karena itu, asam ferulat
menunjukkan sifat yang lebih baik sebagai antioksidan dalam jenis lingkungan
ter-emulsi, seperti minyak dalam air, dibandingkan dengan asam kafeat [24].
Karena adanya gugus metoksi asam ferulat lebih efektif daripada asam p-kumarat.
Kelompok metoksi, sebagai donor elektron, menyebabkan peningkatan kemampuan
menstabilkan radikal-radikal ariloksi (aryloxy). Hidroksilasi diganti
dengan metoksilasi membuat senyawa struktur seperti asam ferulat menjadi senyawa
antioksidan yang lebih efektif. Dalam penelitian mereka pada oksidasi lemak,
Rice-Evans et al. menyimpulkan bahwa urutan aktivitas antioksidatif asam-asam
fenolat sebagai berikut: asam kafeat > asam ferulat > asam p-kumarat [24].
Brand-Williams et al. [31] menunjukkan bahwa asam ferulat menetralkan radikal
bebas lebih efektif daripada BHA (butylated hydroxyanisole) dan BHT (butylated
hydroxytoluene), sedangkan Gulcin membuktikan bahwa asam kafeat memiliki sifat
pelindung lebih kuat daripada BHT [32]. Aktivitas antioksidan asam fenolik
terdiri “pemulungan” radikal bebas (superoksida, hidroksil, dan radikal-radikal
superoksida hidroksil), mengkhelat ion logam (besi, tembaga), serta mengubah
aktivitas enzim dengan menghambat oksidase [33-35]
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.
Selasa, 11 Agustus 2015
Review Propolis Polandia
Terjemahan artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and
Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna
Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal
Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and
Grazyna Swierczek-Zieba1
- Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085
- Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia
- Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia
- Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland
RINGKASAN
Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat
dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan
sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu
diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit
degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau
endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan
aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam
propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas
antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi
propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri,
anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik,
anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi
reparative-regeneratifnya.
Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid
Label:
anti inflammatory,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
kanker,
kanker stadium IV,
melia propolis,
pemulung,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas
Rabu, 05 Agustus 2015
Kasiat Utama Propolis #4L Anti-angiogenik
4. Aktivitas Antiangiogenik
Angiogenesis
adalah proses bertahap pembentukan pembuluh darah. Proses ini diatur
secara ketat melibatkan migrasi, proliferasi, dan diferensiasi sel
endotel [1]. Peraturan angiogenesis tidak ada atau menyimpang pada
beberapa penyakit yang ditandai dengan perkembangan pembuluh darah
terus-menerus. Angiogenesis tidak lazim ini terjadi di lebih dari 80
penyakit, khususnya pada berbagai jenis kanker dan penyakit inflamasi
aterosklerosis [2, 3].
Menurut Keshavarz et al. [4], ekstrak propolis hijau mengandung
artepillin C dan CAPE secara signifikan mengurangi jumlah pembentukan
baru terbentuk dan ekspresi metalloproteinase (MMPs) dan produksi faktor
pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dari sel endotel [5]. Langkah yang
berbeda dari angiogenesis dapat dipengaruhi oleh propolis dan
komponennya. Propolis Brasil dan komponen utamanya, artepillin C, dapat
menghambat proliferasi sel endotel vena umbilikalis manusia (HUVEC),
serta migrasi sel dan tabung kapiler pembentukan endotel, dengan cara
yang tergantung dosis. Selain itu, artepillin C dapat menekan
angiogenesis baik secara in vivo maupun in vitro, sementara CAPE menghambat MMP-2, MMP-9, dan aktivitas VEGF [5, 6, 7, 8].
Efek dari propolis Brasil pada apoptosis HUVEC diselidiki oleh Xuan
et al. [9]. Pada konsentrasi rendah (12,5 mg/mL), polifenol dalam
ekstrak etanol propolis Brasil penurunan ekspresi integrin b4 dan p53
dan produksi ROS. Efek sebaliknya diamati pada konsentrasi polifenol
tinggi (25 dan 50 mg / mL), bersama dengan depresi potensial membran
mitokondria. Dengan demikian, dosis tinggi dari polifenol dari propolis
Brasil dapat menyebabkan apoptosis HUVEC dengan bertindak pada jalur
sinyal b4 dan p53 integrin, mengakibatkan gangguan potensial membran
mitokondria dan peningkatan generasi ROS.
Kasiat Utama Propolis #3: Protektan Jantung
Aktifitas Kardioprotektif (Perlindungan Jantung)
Modulasi penanda penyakit kardiovaskular dengan propolis telah ditunjukkan dalam beberapa penelitian. Uji in vitro dan in vivo
telah dikembangkan untuk menjelaskan mekanisme molekuler dari efek
menguntungkan ini, seperti pada: pengaturan metabolisme glukosa dan
lipoprotein; modulasi ekspresi gen; penurunan aktivitas reseptor
pemulung, sitokin inflamasi, dan stres oksidatif; perbaikan fungsi
endotel; dan penghambatan agregasi platelet.
Kasiat Utama Propolis #2: Antioksidan
Aktivitas Propolis sebagai Antioksidan
Hal ini juga ditetapkan bahwa metabolisme sel menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS), seperti hidrogen peroksida (H2O2),
anion superoksida, dan ion hidroksil yang sangat reaktif, serta spesies
nitrogen reaktif (RNS), terutama nitrat oksida (NO). ROS dan RNS adalah
molekul sinyal yang ideal karena mereka dihasilkan secara lokal, sangat
cepat dan diffusible, dan dapat dinetralkan oleh antioksidan seluler
[1, 2]. ROS biasanya didetoksifikasi oleh enzim intraseluler, seperti
glutathione, superoksida dismutase, katalase dan [3]. Namun, produksi
tidak seimbang dan degradasi ROS dan RNS dapat mengakibatkan akumulasi
spesies ini reaktif, sering disebut stres oksidatif sebagai. Paparan
makromolekul (lipid, protein, DNA, dll) untuk reaktif hasil spesies
dalam modifikasi oksidatif dengan efek merusak [4, 5].
Label:
anti inflammatory,
antioksidan,
bee propolis,
kanker,
kanker stadium IV,
melia propolis,
mie instant,
nature,
pelagra,
pemulung,
peroksida,
radikal bebas,
ROS,
sehat sejahtera,
sembuh,
SOD
Kasiat Utama Propolis #1: Antioksidan, Protektan Jantung dan Antiangiogenesis
Pendahuluan
Perkembangan pasar produk alami dan obat-obatan alternatif semakin tertuju pada produk lebah: madu, royal jelly, serbuk sari (bee pollen), dan propolis
[1, 2]. Propolis adalah nama generik campuran resin kompleks yang
dikumpulkan oleh lebah madu dari tunas-tunas dan eksudat dari berbagai
tumbuh-tumbuhan. Setelah dikumpulkan, bahan ini diperkaya dengan air
liur dan sekresi lebah yang mengandung enzim dan digunakan dalam
konstruksi, adaptasi, dan perlindungan dari sarang [3, 4].
Dalam beberapa tahun terakhir telah diterbitkan banyak artikel hasil studi tentang
kimia propolis, yang mengungkapkan bahwa komposisi
propolis sangat bervariasi bergantung pada flora lokal tempat hidup
lebah pengumpulnya [5, 6, 7]. Banyak aktivitas biologi yang konsiten
dari propolis telah diteliti, tetapi komponen yang bertanggung jawabnya
berbeda-beda sesuai dengan zona geografi dan iklim tempat hidup
lebah [7].
Selasa, 14 Agustus 2012
Bee Propolis stops Tumors
Bee Propolis Stops Tumors from Neurofibromatosis and Cancer
by Barbara L. Minton
(NaturalNews) Honeybees are some of the most amazing creatures ever created by nature. They play a vital role in much of the food supply through pollination, and they provide people with a healthy natural alternative to sugar. Some of the most interesting aspects of bees are the substances they make to use themselves. Propolis is a natural resin found in young tree buds. Bees collect it for use as a glue to seal their homes. Propolis is an exceedingly complex product that contains substances that prevent and treat diseases ranging from cancer to the common cold. Recent research has documented the ability of propolis to suppress the growth of human tumors from neurofibromatosis and cancer.
Label:
anti inflammatory,
bee propolis,
benjolan di rahim,
herbal,
Indonesia,
kanker,
kanker rahim,
melia propolis,
multiguna,
nature,
sumsum tulang belakang,
vitamin
Rabu, 19 Januari 2011
Pelagra Akut
Pelagra Akut karena kebanyakan Mie Instant sembuh dengan Propolis
Gambar sebelah kiri adalah Foto Imah setelah 3 minggu mengonsumsi Melia Propolis. Imah waktu itu berumur 19 tahun. Dia terlahir premature dan sejak usia 10 tahun kegemarannya adalah makan mie instant. Sehari makan 3 – 4 bungkus mie instant.
Mata rabun sejak usia 10 tahun dan tidak bisa melihat tulisan. Tingkat alergi dan memiliki kelainan tulang (persendian berbunyi). Menderita keputihan berlebih. Menstruasi 6 bulan sekali.
Hari ke tiga, keluar darah dari hidung dan kuping. Keluar semacam jerawat/bisul bernanah. Mata dan bibir bengkak. Gatal-gatal di sekujur tubuh kemudian dioles Melia Propolis
Dua Minggu Setelah Mengonsumsi Melia Propolis
- Kesehatannya membaik
- Sekujur tubuh tidak lagi keluar nanah
- Muka dan leher mengering
- Konsumsi Melia Propolis ditingkatkan menjadi 10 tetes 3 X sehari
- Melia Propolis diteteskan ke Mata
- Kesehatannya semakin membaik
- Sekujur tubuh tidak lagi keluar nanah
- Sudah bisa melihat tulisan, tanpa kacamata
- Bunyi di persendian sudah tidak ada
Bagaimana cara memperoleh Melia Propolis? Anda dapat memperolehnya dengan meng-e-mail ke mssdramaga@gmail.com yang dilengkapi lampiran Formulir Aplikasi yang sudah diisi data. Formulir dapat Anda unduh di SINI. Kami siap mengirimkan produk ke seluruh wilayah hukum NKRI, setelah transfer dana yang diperlukan kami konfirmasi. Anda dapat memesan produk kami sambil nunggu di rumah.. Transaksi yang sangat mudah. Pendaftaran yang sangat MURAH dengan peluang bonus melimpah.
Kami tunggu pesanan Anda semua, dan kesehatan serta kesejahteraan adalah janji PT Melia Sehat Sejahtera kepada seluruh member (distributor) yang mau aktif menjalankan bisnisnya dengan cara yang sesuai sistem yang sudah disediakan.
Salam sukses dari Bogor.
| mssdramaga@gmail.com |
Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000 dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, GOLD : Rp 1,225,000 dan PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%). Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com. Unduh formulir ordernya SINI
Langganan:
Postingan (Atom)
















