PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan, berupa Melia Propolis dan Melia Biyang. Keduanya dipasarkan dalam jaringan (MLM), tetapi member bisa memasarkannya secara retail kepada konsumen bebas dengan cashback sekitar 25% dari harga member. Merlia Propolis tersedia dalam kemasan botol 6 ml, 30 ml dan 55 ml. Untuk penghitungan konsumsi selama berpuasa digunakan kemasan 6ml. Melia Biyang tersedia dalam kemasan botol 15 ml.
Tampilkan postingan dengan label pemulung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemulung. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Mei 2019
Bugar Berpuasa
Label:
antibiotik,
antioksidan,
awet muda,
bugar puasa,
flavonoid,
halitosis,
herbal,
maag,
melia biyang,
melia propolis,
MLM,
multi level marketing,
napas tak sedap,
pemulung,
pituitary,
puasa,
ramadhan
Rabu, 12 Agustus 2015
ANTI PERADANGAN
Aktifitas Anti-Inflammatory (anti
peradangan)
Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat
antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid
maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh
gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37]
.
Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis
prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2,
leukotrien B4 dan NO (nitric oxide
II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek
menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena
pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2,
lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase
(COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas
ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin
[44,66-68].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
herbal,
kesiram minyak panas,
nature,
pemulung,
pendarahan,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
SOD
Antibiotik Alami SUPER
Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik
alami)
Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas
anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada
bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada
strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang
paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya
Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu
sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari
senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek
antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering
adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari
reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies
nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2*
dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik
terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik
sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan
deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41].
Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak).
Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis,
perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan
risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan
lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS
dan RNS) [39,46].
Flavonoid dalam Propolis
Flavonoid adalah kelompok polifenol yang sangat banyak jumlahnya,
bervariasi dalam dengan struktur dan sifatnya. Flavonoid adalah zat asal
tumbuhan yang paling luas penyebarannya [36,37]. Elemen dasar dari struktur
flavonoid adalah unit C6-C3-C6 yang terdiri dari 15 atom C, yang mencakup cincin
benzoat dan unit fenilpropana (phenylpropane) [38].
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
booking fee,
CAPE,
pemulung,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
SOD,
suplemen
Selasa, 11 Agustus 2015
Review Propolis Polandia
Terjemahan artikel Review di majalah "Molecules 2014, 19, 78-101"; “Structure and
Antioxidant Activity of Polyphenols Derived from Propolis” tulisan: Anna
Kurek-Górecka1, Anna Rzepecka-Stojko2, Michal
Górecki3, Jerzy Stojko4, Marian Sosada3 and
Grazyna Swierczek-Zieba1
- Silesian Medical College in Katowice, Mickiewicza 29, Katowice 40-085
- Department of Pharmaceutical Chemistry, School of Pharmacy with the Division of LaboratoryMedicine, Medical University of Silesia
- Department of Drug Technology, School of Pharmacy with the Division of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia
- Department of Hygiene, Bioanalysis and Environmental Studies, School of Pharmacy with theDivision of Laboratory Medicine, Medical University of Silesia, Kasztanowa 3A,Sosnowiec 41-200, Poland
RINGKASAN
Propolis adalah sumber potensial antioksidan alami seperti asam-asam fenolat
dan flavonoid. Propolis mempunyai pengaruh (kasiat) biologi yang sangat luas dan
sudah digunakan sejak jaman kuna. Di dunia modern, senyawa-senyawa alami itu
diduga dapat digunakan untuk menetralkan (meniadakan) pengaruh-pengaruh buruk stress oksidatif yang merupakan penyebab penting berbagai macam penyakit
degeneratif seperti kanker, diabetes dan pengerasan (terbentuknya plaque atau
endapan) dan penyumbatan pembuluh darah arteri. Tinjauan ini bertujuan menampilkan
aktivitas antioksidatif asam-asam fenolat dan flavonoid yang terkandung di dalam
propolis asal Polandia dan hubungannya dengan struktur kimia dan aktifitas
antioksidatif yang mempengaruhi manfaat medisnya. Data tentang aktivitas biologi
propolis diringkas pada tulisan ini, termasuk aktivitas anti bekteri,
anti-peradangan (anti-inflammatory), anti karsinogenik,
anti-aterogenik, efek estrogenik, juga sebagai menetral virus AIDS dan fungsi
reparative-regeneratifnya.
Kata-kata Kunci: propolis, aktivitas antioksidan, asam fenolat, flavonoid
Label:
anti inflammatory,
antioksidan,
CAPE,
flavonoid,
kanker,
kanker stadium IV,
melia propolis,
pemulung,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas
Rabu, 05 Agustus 2015
Kasiat Utama Propolis #2: Antioksidan
Aktivitas Propolis sebagai Antioksidan
Hal ini juga ditetapkan bahwa metabolisme sel menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS), seperti hidrogen peroksida (H2O2),
anion superoksida, dan ion hidroksil yang sangat reaktif, serta spesies
nitrogen reaktif (RNS), terutama nitrat oksida (NO). ROS dan RNS adalah
molekul sinyal yang ideal karena mereka dihasilkan secara lokal, sangat
cepat dan diffusible, dan dapat dinetralkan oleh antioksidan seluler
[1, 2]. ROS biasanya didetoksifikasi oleh enzim intraseluler, seperti
glutathione, superoksida dismutase, katalase dan [3]. Namun, produksi
tidak seimbang dan degradasi ROS dan RNS dapat mengakibatkan akumulasi
spesies ini reaktif, sering disebut stres oksidatif sebagai. Paparan
makromolekul (lipid, protein, DNA, dll) untuk reaktif hasil spesies
dalam modifikasi oksidatif dengan efek merusak [4, 5].
Label:
anti inflammatory,
antioksidan,
bee propolis,
kanker,
kanker stadium IV,
melia propolis,
mie instant,
nature,
pelagra,
pemulung,
peroksida,
radikal bebas,
ROS,
sehat sejahtera,
sembuh,
SOD
Langganan:
Postingan (Atom)






