Laman

Tampilkan postingan dengan label anti bakteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anti bakteri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 September 2018

Aktivitas Propolis: Antitumor


5. Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus gundul”, efek artepillin C yang paling nyata terlihat pada carcinoma  dan melanoma malignant. Apoptosis, mitosis abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur


B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti.  Para peneliti menemukan bahwa senyawa tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994).  Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al., 1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang disebut melliferone, tiga triterpenoid yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic  dan betulonic acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes. Moronic acid menunjukkan aktivitas anti-HiV yang signifikan (Ito et al., 2001).

Aktivitas Propolis: Anti Mikroba


1. Aktivitas Anti Mikroba

A. Antibakteri
Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al., 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).

Senin, 25 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Kandungan kimia


Konstituen kimia Propolis
Propolis adalah resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev, 1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones, flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al, 1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).

Aktivitas Propolis: Pendahuluan


PENDAHULUAN

Propolis adalah campuran resin yang dikumpulkan dari pepohonan oleh Apis mellifera (lebah madu), yang digunakan sebagai bahan isolasi bangunan di sarang lebah serta untuk menjaga kesehatan yang baik di dalam sarang (Greenaway et al., 1990). Ia memiliki manfaat farmakologi yang penting dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan sebagai anti-inflamasi dan agen hipotensi (penurun tekanan darah), stimulan sistem kekebalan tubuh, dan agen bakteriostatik dan bakterisida, dan masih banyak kegunaan lain (Ghisalberti, 1979). Semua aplikasi tersebut telah meningkatkan permintaan farmasi dan telah menjadi suatu subyek yang menarik dalam berbagai penelitian. Propolis cukup kompleks komposisi kimianya berupa fenol, tanin, polisakarida, terpen, asam aromatik dan aldehida, dan berbagai senyawa lain (Asis, 1989; Koo dan Park, 1997). Di Argentina, INAL (The National Food Institute) propolis telah diakui sebagai suplemen diet pada tahun 1995 (file 2110-003755-4 di Argentina Food Code) (Gonzalez et al., 2003).

Aktivitas Propolis - Abstrak

Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31

Abstrak
Propolis adalah produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat, quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya, kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.

Kata kunci: Propolis lebah madu- aktivitas biologi - anti-tumor - anti-inflamasi - anti-bakteri

Sabtu, 20 Januari 2018

Segitiga Antioksidan Propolis


Propolis telah diteliti kandungan bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds) dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory (meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).

Berbagai penyakit fisiologi manusia umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.

Stres oksidatif ini akan menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi terkait dengan diabetes mellitus dan sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus) adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan (scavenging) radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.

Propolis telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya. Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan seperti segitiga antioksidan propolis berikut.



Pada gambar segitiga antioksidan propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.

Pengaruh propolis pada pembuluh darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh. Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.

Dengan demikian secara ringkas kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat melindungi tubuh dari inflamasi internal yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi, termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.

Selanjutnya aktivitas antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]

Disarikan dari:
Daleprane JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant, Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine 2013(4):175135

[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]

Jumat, 21 April 2017

SPEK MELIA PROPOLIS

PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
 
Harga member (kulakan ke STOKIS):
 
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
 
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
 

Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
 
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
 
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
 
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
 
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
 
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
 
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
 
 

--------------------------------
Peluang Penghasilan: 
1. RITEL (RESELLER) margin harga  konsumen - harga member minimal 10%
 
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
  1. Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
  2. Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
  3. Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Berminat? Silakan email ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
 
 
 
 
 
 
 

Rabu, 02 Desember 2015

Bergabung di PT MSS

Bogor Dramaga Agency, sebagai agen resmi (Stokis) PT. Melia Sehat Sejahtera (PT MSS) melayani pendaftaran member baru jarak jauh dari seluruh wilayah NKRI. Kami mengajak anda bergabung di PT MSS sebagai member atau distributor Melia propolis dan Melia Biyang. Syarat menjadi member sangatlah mudah. Anda cukup mengisikan data diri pada formulir order yang dapat diunduh di SINI lalu mengirimkannya sebagai attached file ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com. Cara yang lebih mudah dan murah, melalui SMS atau WA.

Syarat & Ketentuan Member Melia Sehat Sejahtera:
  1. Punya rekening bank pribadi (disarankan: BCA, MANDIRI, BNI atau BRI). Rekening bank gunanya untuk menerima transfer bonus-bonus Anda dari perusahaan.
  2. Punya tanda pengenal KTP/SIM.
  3. Punya nomor Handphone GSM yang aktif dan tidak diganti-ganti; sebagai penyampaian Bonus Statement via SMS dari Management perusahaan.

Rabu, 12 Agustus 2015

HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)

Kesimpulan

Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka, senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Reparasi dan Regenerasi

Efek Reparatif dan Regenaratif

Fungsi biotik yang sangat signifikan dari propolis adalah efek reparatif-regeneratif pada jaringan [118]. Ekstrak propolis standar menampilkan efek regeneratif pada jaringan yang rusak karena mengandung banyak senyawa yang bertindak komprehensif untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan) sel dan metabolisme sistemik dengan mengaktifkan ATPase dan tetrasol-reduktase. Hal ini meningkatkan indeks mitosis dan dengan demikian memfasilitasi regenerasi jaringan dan memperpendek masa penyembuhan [119].

Aktivitas sinergis komponen fenolik menyebabkan modulasi akumulasi kolagen tipe I dan III di tempat kerusakan-termal jaringan (inflamasi). Oleh karena itu, kondisi biokimia yang kondusif diciptakan untuk berlangsungnya proses penyembuhan, meminimalkan scarification berlebihan atau menghilangkan tampilan keloid [120]. Dalam studi laboratorium pengaruh propolis ditunjukkan oleh akumulasi kondroitin dan asam hyaluronik, yang untuk mempengaruhi efektivitas tahap renovasi dari proses reparatif sel dan jaringan [121].
 

Anti HiV AIDs


Aktifitas Anti-HIV

Para peneliti telah membuktikan sifat antivirus flavonoid sehingga dianggap potensial sebagai agen anti-HIV. Aktivitas antivirus flavonoid secara komprehensif dibahas dalam penelitian Wang et al. [113]. Flavonoid bertindak sebagai reverse transcriptase inhibitor-transcriptase-reverse adalah enzim yang diperlukan untuk pengembangan HIV-serta inhibitor RNA polimerase yang dikode oleh DNA [114]. Middleton et al. juga menggambarkan aktivitas antiintegrase dan antiprotease [115]. Komponen propolis aktif, seperti asam caffeic phenethyl ester, quercetin dan kaempferol, mengganggu replikasi HIV-1 dengan menghambat HIV-1 integrase. Veljkovic et al. telah menunjukkan bahwa epicatechin, baikalin dan EGCG menghambat penetrasi virus ke dalam sel sebagai akibat gangguan interaksi antara protein dalam amplop virus dengan molekul permukaan sel yang diserang. Selanjutnya, quercetin menghambat aktivitas protein Vpr virus, yang bertanggung jawab pada proses proliferasi virus dan mengaktifkan integrase dan proteinase [116].

Studi yang dilakukan pada propolis Brasil telah menunjukkan penampilan aktivitas anti-HIV yang signifikan. Ito et al. [117] telah menunjukkan bahwa asam dalam propolis Brasil ditandai dengan aktivitas anti-HIV EC50 <0,1 mg/mL. Telah diamati bahwa modifikasi triterpenoid terkait asam betulic dan terkait asam oleanolic meningkatkan potensi dampak senyawa ini pada virus HIV. Esterisasi gugus 3?-Hydroxy dalam dua triterpen ini meningkatkan aktivitas anti-HIV [117]. Mengingat data di atas, komponen propolis yang aktif secara biologi dapat menjadi agen potensial pada terapi di masa depan dalam pengobatan AIDS.

 

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

OBAT DIABETES


Efek Anti Diabetik

Terjadinya diabetes mellitus non-insulin (Non Insuline Depended Diabetes Mellitus) di populasi negara-negara maju terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian sedang gencar dilakukan mencari zat alami yang dapat berkontribusi untuk menurunkan glukosa postprandial. Pengujian yang dilakukan secara in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa flavonoid dapat memiliki efek antidiabetes. Epicatechin menstimulasi sintesis insulin dan meningkatkan cAMP dalam sel β dari Lagerhans, meningkatkan sekresi insuline. EGCG (epigallocatechin 3-gallate) memiliki efek hipoglikemik dengan menghambat produksi glukosa dalam hati. Flavonoid juga dapat mempengaruhi penyerapan glukosa di dalam usus. Daidzein, luteolin, dan 7-O-glukosida dari luteolin menghambat aktivitas α-amilase dan β-glukosidase dan glikosida quercetin mempengaruhi SGLT-1 transporter glukosa dalam enterosit [109].

Awet Muda


Efek Estrogenik

Karena kesamaan struktural flavonoid dan isoflavonoid dengan hormon seks endogen ada peningkatan minat dari para ilmuwan untuk mempelajari efek estrogenik dari propolis. Flavonoid menunjukkan afinitas untuk reseptor estrogen ER-α yang ada dalam payudara, endometrium dan ovarium, juga pada reseptor ER-β estrogen dalam otak, pembuluh darah, paru-paru dan tulang. Potensi aktivitas estrogenik ekastrak etanol dan ekstrak eter propolis dipelajari oleh Song et al. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa propolis menampilkan aktivitas estrogenik dengan mengaktifkan reseptor estrogen [105].

Jung et al. menunjukkan bahwa caffeic acid phenethyl ester (CAPE), dengan struktur yang menyerupai asam fenolik, bertanggung jawab untuk, antara lain, efek estrogenik dari propolis. CAPE menampilkan lebih afinitas terhadap reseptor ER-β daripada reseptor ER-α. Studi menunjukkan bahwa CAPE adalah agonis selektif ER-β dan modulator potensial untuk reseptor estrogen [106]. Penelitian lebih lanjut diperlukan pada pengaruh komponen bioaktif propolis pada reseptor estrogen. Beberapa peneliti telah mengamati bahwa propolis mengandung chrysin yang memblokir transformasi androgen menjadi estrogen dengan menghambat aromatase, yang menyebabkan peningkatan kandungan testosteron. Flavonoid seperti chrysin dan galangin, serta flavon seperti naringenin, menurunkan biosintesis estrogen dengan menghambat aromatase. Kegiatan serupa diamati dalam kasus apigenin [107108].




Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member ada dua macam, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Pelindung Jantung


Efek pada Sistem Kardiovaskular

Senyawa polifenol, terutama flavonoid, menstabilkan dan memperkuat pembuluh darah. Oleh karena itu, senyawa polifenol dapat digunakan untuk mencegah perdarahan, ekimosis, varises dan aterosklerosis [36]. Aktivitas vasoprotectif terkait dengan pengkhelatan ion Cu, yang menghasilkan penghambatan hyaluronidase yang mendepolimerisasi asam hyaluronic, dan hyaluronidase yang menghidrolisis elastin, sehingga memperkuat dan melapisi endothelium pembuluh darah [41]. Permeabilitas pembuluh juga menurun yang secara tidak langsung merupakan efek penghambatan metabolisme katekolamin dengan menonaktifkan katekol-O-methyltransferase. Kegiatan ini didefinisikan sebagai tipe aktivitas vitamin P [37].

Anti Stroke

Efek Antiaterogenik (penyumbatan arteri)

Flavonoid juga menampilkan efek anti agregatif platelet darah. Ini terjadi kemungkinan karena propolis memecahkan reaksi berantai oksidasi lipid yang diinisiasi oleh radikal bebas. Telah terbukti bahwa anion superoksida memperpendek periode paruh yang diturunkan pada endothelium-derived relaxing factor (EDRF), yang ditandai dengan efek antiaggregative dan relaksasi pada pembuluh darah. Radikal bebas hidroksil juga menghambat prostasiklin sintetase yang bertanggung jawab dalam transformasi peroksida prostaglandin ke prostasiklin, yang bertindak sama dengan EDRF. Terlepas dari kemampuan untuk mengurangi produksi radikal bebas dan aktivitas antiaggregative, flavonoid juga kemungkinan besar memiliki kemampuan membentuk ikatan dengan trombosit darah [91,92].

Anti Kanker


Efek Anti Kanker (Anti Karsinogenik)

Propolis mengandung zat aktif secara biologis yang dikenal sebagai promotor yang merangsang proliferasi sel dan juga apoptosis (kebalikan dari proliferasi). Di antaranya adalah asam kafeat (caffeic acid), caffeic phenyl ester (CAPE), artepillin C, quercetin, naringenin, resveratrol, galangin, dan genistein [81]. Flavonoid yang dikonsumsi bersama dengan makanan memiliki efek langsung pada proliferasi sel, diferensiasi dan apoptosis sel kanker, terutama berkenaan dengan kanker saluran pencernaan karena kontak langsung dengan ingesta. Efek sitotoksik langsung flavonoid yang terkandung dalam propolis sangat penting dalam kasus kanker payudara dan tumor papillomatous saluran kemih [82]. Flavonoid dalam propolis menghentikan proliferasi berbagai jenis sel kanker, terutama sel leukemia monositik dan limfatik [83]. Mekanisme anticancerogenic terdiri atas penghambatan tirosin kinase C, yang berpartisipasi dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker [84].

ANTI PERADANGAN

Aktifitas Anti-Inflammatory (anti peradangan)

Aktivitas anti-inflamasi asam fenolik dan flavonoid adalah hasil dari sifat antioksidatif mereka [52,65]. Ketika memperbandingkan struktur kimia flavonoid maka telah dibuktikan bahwa aktivitas anti-inflamasi propolis ditentukan oleh gugus hidroksil pada C-3 ‘dan C-4′ di cincin B dari dua gugus [37] .


Aktivitas anti-inflamasi terkait dengan penurunan sintesis prostaglandin E2 (PGE2), tromboksan A2, leukotrien B4 dan NO (nitric oxide II), yang berpartisipasi dalam reaksi inflamasi. Ini adalah efek menghambat rangkaian transformasi asam arakidonat, karena pengaruh penghambatan pada fosfolipase A2, lipoxygenase (5-, 12-, 15-), cyclooxygenase (COX-2) serta nitricoxide synthase (iNOS). Aktvitas ini sebanding dengan aktivitas analgesik indometasin [44,66-68].

Antibiotik Alami SUPER

Aktivitas sebagai Antibakteri (Antibiotik alami)

Sifat antibakteri propolis telah terbukti dalam berbagai penelitian.Aktivitas anti bakteri lebih besar pada golongan bakteri Gram positif, dibandingkan pada bakteri Gram negatif [57]. Propolis juga memiliki pengaruh antibakteri kuat pada strain Staphylococcus aureussehingga bakteri ini mejadi bakteri yang paling seding digunakan untuk menilai aktivitas antbakteri propolis [58].
 

Kasiat Biologi Polifenol terletak pada Aktivitas Antioksidatifnya


Aktivitas antioksidan polifenol adalah salah satu sifat mereka yang paling berharga. Aktivitas biologi yang berspektrum luas dari senyawa ini terhadap tubuh manusia sebagian besar merupakan hasil dari efek antioksidan ini [26,50]. Sumber radikal bebas dalam organisme yang paling sering adalah spesies oksigen reaktif (ROS). Mereka terbentuk sebagai hasil dari reduksi bertahap molekul oxygenin berupa reaksi satu-elektron. Bentuk spesies nitrogen reaktif (RNS) -nitrogen oksida NO*, nitrogen dioksida NO2* dan asam nitrat HONO2-juga berbahaya bagi kesehatan. Radikal organik terbentuk sebagai hasil dari ROS dan RNS yang bereaksi dengan molekul organik sangat berbahaya. Reaksi ini mengganggu keseimbangan antara produksi dan deaktivasi ROS sehingga menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan [41]. Radikal bebas dapat mengoksidasi protein sel, asam nukleat dan lipida (lemak). Mereka berkontribusi terhadap penuaan protein sel, mutagenesis, karsinogenesis, perkembangan penyakit seperti Parkinson atau Alzheimer. Mereka juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular yang diduga akibat destabilisasi membran sel dan lipoprotein LDL oleh proses oksidasi dari radikal-radikal bebas tersebut (ROS dan RNS) [39,46].