Efek Reparatif dan Regenaratif
Fungsi biotik yang sangat signifikan dari propolis adalah efek
reparatif-regeneratif pada jaringan [118]. Ekstrak propolis standar
menampilkan efek regeneratif pada jaringan yang rusak karena mengandung banyak senyawa yang bertindak komprehensif untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan) sel dan
metabolisme sistemik dengan mengaktifkan ATPase dan tetrasol-reduktase. Hal ini
meningkatkan indeks mitosis dan dengan demikian memfasilitasi regenerasi
jaringan dan memperpendek masa penyembuhan [119].
Aktivitas sinergis komponen fenolik menyebabkan modulasi akumulasi
kolagen
tipe I dan
III di tempat kerusakan-termal jaringan (inflamasi). Oleh karena itu, kondisi biokimia
yang kondusif diciptakan untuk berlangsungnya
proses penyembuhan, meminimalkan
scarification berlebihan atau menghilangkan tampilan
keloid [120]. Dalam studi laboratorium
pengaruh propolis ditunjukkan oleh akumulasi
kondroitin dan asam
hyaluronik, yang
untuk mempengaruhi efektivitas tahap
renovasi dari proses
reparatif sel dan jaringan [121].