Laman

Tampilkan postingan dengan label anti diabetik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anti diabetik. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Kandungan kimia


Konstituen kimia Propolis
Propolis adalah resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev, 1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones, flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al, 1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).

Sabtu, 20 Januari 2018

Segitiga Antioksidan Propolis


Propolis telah diteliti kandungan bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds) dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory (meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).

Berbagai penyakit fisiologi manusia umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.

Stres oksidatif ini akan menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi terkait dengan diabetes mellitus dan sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus) adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan (scavenging) radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.

Propolis telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya. Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan seperti segitiga antioksidan propolis berikut.



Pada gambar segitiga antioksidan propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.

Pengaruh propolis pada pembuluh darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh. Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.

Dengan demikian secara ringkas kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat melindungi tubuh dari inflamasi internal yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi, termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.

Selanjutnya aktivitas antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]

Disarikan dari:
Daleprane JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant, Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine 2013(4):175135

[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]

Jumat, 21 April 2017

SPEK MELIA PROPOLIS

PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
 
Harga member (kulakan ke STOKIS):
 
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
 
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
 

Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
 
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
 
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
 
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
 
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
 
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
 
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
 
 

--------------------------------
Peluang Penghasilan: 
1. RITEL (RESELLER) margin harga  konsumen - harga member minimal 10%
 
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
  1. Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
  2. Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
  3. Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Berminat? Silakan email ke mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
 
 
 
 
 
 
 

Kamis, 13 Agustus 2015

Tersiram Air Mendidih

Sejak Januari 2007, keluarga saya semuanya mengonsumsi Melia Propolis secara teratur, rata-rata 5 tetes dua kali sehari, sebelum makan pagi dan sebelum makan malam. Kecuali pada kondisi kesehatan yang melemah atau kecapaian, kami meminum dengan dosis hingga 10 tetes 3 kali sehari atau tetap 5 tetes setiap jam selama 8 jam sehari. Hasilnya sungguh luar biasa. Sekeluarga jadi sehat dan semangat…:-)

Rabu, 12 Agustus 2015

HERBAL SAPUJAGAD (Kesimpulan)

Kesimpulan

Sebagai zat yang berasal dari alam, propolis tidak memiliki komposisi kimia yang stabil dan mudah direproduksi. Dengan demikian, masalah penelitian yang serius muncul, yang menyangkut definisi komposisi lengkap dengan cara yang kredibel untuk menganalisisnya. Dengan mengesampingkan keragaman, propolis selalu menunjukkan sifat biologis yang sangat aktif. Di antara senyawa kimia yang paling signifikan yang terkandung dalam propolis Polandia adalah asam-asam fenolat (phenolic acids) dan flavonoid. Karena struktur mereka, senyawa ini menampilkan aktivitas antioksidatif tinggi. Pengujian dilakukan pada polifenol dalam propolis Polandia telah memungkinkan para ilmuwan untuk merumuskan mekanisme aktivitas polifenol dan terbukti efektif sebagai antibakteri, anti-inflamasi, anti kanker, aktivitas antiatherogenik dan agen reparatif-regeneratif sel-sel dan jaringan. Dalam mempertimbangkan aktivitas antioksidatifnya tinggi, propolis Polandia kemungkinan dapat digunakan sebagai agen terapi baru yang berhubungan dengan produk lebah alami yang sedang sangat dicari.

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

Reparasi dan Regenerasi

Efek Reparatif dan Regenaratif

Fungsi biotik yang sangat signifikan dari propolis adalah efek reparatif-regeneratif pada jaringan [118]. Ekstrak propolis standar menampilkan efek regeneratif pada jaringan yang rusak karena mengandung banyak senyawa yang bertindak komprehensif untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan) sel dan metabolisme sistemik dengan mengaktifkan ATPase dan tetrasol-reduktase. Hal ini meningkatkan indeks mitosis dan dengan demikian memfasilitasi regenerasi jaringan dan memperpendek masa penyembuhan [119].

Aktivitas sinergis komponen fenolik menyebabkan modulasi akumulasi kolagen tipe I dan III di tempat kerusakan-termal jaringan (inflamasi). Oleh karena itu, kondisi biokimia yang kondusif diciptakan untuk berlangsungnya proses penyembuhan, meminimalkan scarification berlebihan atau menghilangkan tampilan keloid [120]. Dalam studi laboratorium pengaruh propolis ditunjukkan oleh akumulasi kondroitin dan asam hyaluronik, yang untuk mempengaruhi efektivitas tahap renovasi dari proses reparatif sel dan jaringan [121].
 

Anti HiV AIDs


Aktifitas Anti-HIV

Para peneliti telah membuktikan sifat antivirus flavonoid sehingga dianggap potensial sebagai agen anti-HIV. Aktivitas antivirus flavonoid secara komprehensif dibahas dalam penelitian Wang et al. [113]. Flavonoid bertindak sebagai reverse transcriptase inhibitor-transcriptase-reverse adalah enzim yang diperlukan untuk pengembangan HIV-serta inhibitor RNA polimerase yang dikode oleh DNA [114]. Middleton et al. juga menggambarkan aktivitas antiintegrase dan antiprotease [115]. Komponen propolis aktif, seperti asam caffeic phenethyl ester, quercetin dan kaempferol, mengganggu replikasi HIV-1 dengan menghambat HIV-1 integrase. Veljkovic et al. telah menunjukkan bahwa epicatechin, baikalin dan EGCG menghambat penetrasi virus ke dalam sel sebagai akibat gangguan interaksi antara protein dalam amplop virus dengan molekul permukaan sel yang diserang. Selanjutnya, quercetin menghambat aktivitas protein Vpr virus, yang bertanggung jawab pada proses proliferasi virus dan mengaktifkan integrase dan proteinase [116].

Studi yang dilakukan pada propolis Brasil telah menunjukkan penampilan aktivitas anti-HIV yang signifikan. Ito et al. [117] telah menunjukkan bahwa asam dalam propolis Brasil ditandai dengan aktivitas anti-HIV EC50 <0,1 mg/mL. Telah diamati bahwa modifikasi triterpenoid terkait asam betulic dan terkait asam oleanolic meningkatkan potensi dampak senyawa ini pada virus HIV. Esterisasi gugus 3?-Hydroxy dalam dua triterpen ini meningkatkan aktivitas anti-HIV [117]. Mengingat data di atas, komponen propolis yang aktif secara biologi dapat menjadi agen potensial pada terapi di masa depan dalam pengobatan AIDS.

 

Propolis telah dikenal dan banyak diteliti sebagai antioksidan kuat pemulung RADIKAL BEBAS, termasuk yang dihasilkan oleh proses peradangan. Kasiat Utama Propolis adalah sebagai ANTIOKSIDAN; Melia Propolis dikemas dalam botol ukuran 6ml, 30 ml dan 55 ml, masing-masing dengan harga eceran Rp 110,000, Rp 275,000  dan Rp 440,000 per botol. Harga paket untuk menjadi member atau harga paket untuk member, paket GOLD : Rp 1,100,000 dan paket PLATINUM Rp 3,025,000 (sudah termasuk pajak penjualan 10%)Pendaftaran Rp 125,000 Pemesanan via e-mail ke mssdramaga@yahoo.com.

OBAT DIABETES


Efek Anti Diabetik

Terjadinya diabetes mellitus non-insulin (Non Insuline Depended Diabetes Mellitus) di populasi negara-negara maju terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian sedang gencar dilakukan mencari zat alami yang dapat berkontribusi untuk menurunkan glukosa postprandial. Pengujian yang dilakukan secara in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa flavonoid dapat memiliki efek antidiabetes. Epicatechin menstimulasi sintesis insulin dan meningkatkan cAMP dalam sel β dari Lagerhans, meningkatkan sekresi insuline. EGCG (epigallocatechin 3-gallate) memiliki efek hipoglikemik dengan menghambat produksi glukosa dalam hati. Flavonoid juga dapat mempengaruhi penyerapan glukosa di dalam usus. Daidzein, luteolin, dan 7-O-glukosida dari luteolin menghambat aktivitas α-amilase dan β-glukosidase dan glikosida quercetin mempengaruhi SGLT-1 transporter glukosa dalam enterosit [109].