Laman

Sabtu, 30 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Anti Mikroba


1. Aktivitas Anti Mikroba

A. Antibakteri
Banyak peneliti telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al., 1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).

Senin, 25 Juni 2018

Aktivitas Propolis: Kandungan kimia


Konstituen kimia Propolis
Propolis adalah resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev, 1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones, flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al, 1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).

Aktivitas Propolis: Pendahuluan


PENDAHULUAN

Propolis adalah campuran resin yang dikumpulkan dari pepohonan oleh Apis mellifera (lebah madu), yang digunakan sebagai bahan isolasi bangunan di sarang lebah serta untuk menjaga kesehatan yang baik di dalam sarang (Greenaway et al., 1990). Ia memiliki manfaat farmakologi yang penting dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan sebagai anti-inflamasi dan agen hipotensi (penurun tekanan darah), stimulan sistem kekebalan tubuh, dan agen bakteriostatik dan bakterisida, dan masih banyak kegunaan lain (Ghisalberti, 1979). Semua aplikasi tersebut telah meningkatkan permintaan farmasi dan telah menjadi suatu subyek yang menarik dalam berbagai penelitian. Propolis cukup kompleks komposisi kimianya berupa fenol, tanin, polisakarida, terpen, asam aromatik dan aldehida, dan berbagai senyawa lain (Asis, 1989; Koo dan Park, 1997). Di Argentina, INAL (The National Food Institute) propolis telah diakui sebagai suplemen diet pada tahun 1995 (file 2110-003755-4 di Argentina Food Code) (Gonzalez et al., 2003).

Aktivitas Propolis - Abstrak

Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31

Abstrak
Propolis adalah produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat, quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya, kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.

Kata kunci: Propolis lebah madu- aktivitas biologi - anti-tumor - anti-inflamasi - anti-bakteri

Jumat, 11 Mei 2018

RAMADHAN 1440 H

Ramadhan 1439 H tinggal sehari lagi datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Bau napas tak sedap istilah medisnya HALITOSIS, dapat diatasi dengan mengonsumsi propolis. Caranya, ketika mengakhiri makan sahur, kumur-kumur air 1/2 gelas yang ditetesi 5 tetes Melia Proppolis dan air kumuran ditelan, kemudian ketika mengawali buka puasa, berkumur lagi air 1/2 gelas dengan 5 tetes propolis dan air kumuran ditelan. Sehari perlu 10 tetes per orang = 15 ml selama RAMADHAN. Berikut adalah hitung-hitungan kebutuhan uangnya selama sebulan berpuasa jika mengonsumsi teratur Melia Propolis dan Melia Biyang.
Berapa biaya yang harus Anda keluarkan sekeluarga dengan mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang selama berpuasa Ramadan (dianggap 30 hari). Dengan keuntungan yang sangat jelas: Anda terbebas dari masalah bau napas tak sedap selama berpuasa, memperoleh kesehatan dan kebugaran prima selama menjalankan ibadah puasa dan memperoleh peluang bisnis SANGAT DAHSYAT dengan penghasilan mencapai Rp 1,200,000 SEHARI dari modal yang dikeluarkan sekali selamanya hanya senilai Rp 1,175,000.
Inilah hitungannya:
RAMADHAN
Nah, masih jauh lebih murah dibandingkan harga jajanan untuk berbuka, bukan?
Mari segera bergabung dan menyiapkan Propolis dan Biyang menghadapi Ramadan 1440 H dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh semangat, bugar dan percaya diri, karena bebas dari persoalan BAU NAPAS TAK SEDAP.

Melia Propolis
Melia Biyang

Senin, 22 Januari 2018

Makin Mudah, Makin Murah

Berlaku sejak 22 Januari 2018, PT MSS meningkatkan kemudahan menjadi MEMBER dan menjalankan Bisnis RETAIL produk MLM.

MEMBERSHIP:

  1. SILVER; Belanja produk senilai 400 PV (Rp 440,000) + biaya pendaftaran Rp 75.000
  2. GOLD; Belanja produk senilai 1000 PV (Rp 1,100,000) + biaya pendaftaran Rp 75,000
Pilihan Produk dan Harga:

PELUANG PENGHASILAN



Info lebih lanjut: mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com

Sabtu, 20 Januari 2018

Segitiga Antioksidan Propolis


Propolis telah diteliti kandungan bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds) dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory (meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).

Berbagai penyakit fisiologi manusia umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.

Stres oksidatif ini akan menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi terkait dengan diabetes mellitus dan sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus) adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan (scavenging) radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.

Propolis telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya. Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan seperti segitiga antioksidan propolis berikut.



Pada gambar segitiga antioksidan propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.

Pengaruh propolis pada pembuluh darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh. Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.

Dengan demikian secara ringkas kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat melindungi tubuh dari inflamasi internal yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi, termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.

Selanjutnya aktivitas antioksidan tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular. Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]

Disarikan dari:
Daleprane JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant, Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine 2013(4):175135

[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]