Rabu, 26 Mei 2021
Minggu, 05 Mei 2019
Bugar Berpuasa
PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan, berupa Melia Propolis dan Melia Biyang. Keduanya dipasarkan dalam jaringan (MLM), tetapi member bisa memasarkannya secara retail kepada konsumen bebas dengan cashback sekitar 25% dari harga member. Merlia Propolis tersedia dalam kemasan botol 6 ml, 30 ml dan 55 ml. Untuk penghitungan konsumsi selama berpuasa digunakan kemasan 6ml. Melia Biyang tersedia dalam kemasan botol 15 ml.
Label:
antibiotik,
antioksidan,
awet muda,
bugar puasa,
flavonoid,
halitosis,
herbal,
maag,
melia biyang,
melia propolis,
MLM,
multi level marketing,
napas tak sedap,
pemulung,
pituitary,
puasa,
ramadhan
Ramadhan 1440 H
Ramadhan 1440 H segera datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Selasa, 25 September 2018
Aktivitas Propolis: Antitoksisitas
B. Efek Protektif terhadap Toksititas
Obat-Obat dan Agen Kemoterapi Kanker
Parasetamol dan cyclophosphamid dimetabolisasikan dalam
hati oleh sitokrom P450. Pembentukan zat antara metabolisme itu bertanggung
jawab pada deplesi sel-sel hati (hepatocyte)
dari glutathione dan lipoperoxydation. Vinblastine (suatu
agen kemoterapi) bersifat hepatotoxic dan
hematotoxic. Sedangkan,
senyawa-senyawa flavonoid danpolifenol memiliki
beberapa kasiat biologi dan anti-oksidatif. Pengaruh perlakuan oral flavonoid (diosmine dan quercetine) dalam bentuk ekstrak propolis 60 mg/kg setiap hari
selama 14 hari, pada toksisitas hematologikal dan hepatik dari dosis tunggal 80
mg/kg cyclophosphamide dengan injeksi
intravenous, vinblastine 2 mg/kg dengan
injeksi intravena dan toksisitas hepatik parasetamol diterapi dengan
konsumsi oral 200 mg/kg berdasarkan 2/3 LD50 tikus Mister Albino betina telah
diteliti. Analisis dilakukan pada interval reguler: 1, 3, 7 dan 14 hari setelah
pengobatan. Dalam grup tikus dengan perlakuan cyclophosphamid parasetamol saja teramati sejak hari pertama, suatu
peningkatan lipid peroxide (MDA)
120%. Dengan cara yang sama, teramati leucopenia
dan thrombopenia (70% pengurangan)
teramati pada hari ketiga dan hari ke-14 pada tikus dengan perlakuan chemoterapeutic agents saja (cyclophosphamide dan vinblastine). Kombinasi flavonoid dengan obat-obat telah
jelas mereduksi efek toksik dari obat-obatan. Bahkan aplasic teramati dengan vinblastine,
sebagaimana dengan leucopenia dan thrombopenia dari cyclophosphamide terkoreksi sepenuhnya. Dengan cara yang sama, para
peneliti mencatat suatu laju restorasi peroxide
dan glutathone. Flavonoid tampaknya bekerja
dengan aktivasi pergantian glutathione dan enzim-enzim yang merangsang terutama
glutathion-transferases yang memungkinkan penangkaran metabolit reaktif dari
obat yang diteliti (Lahouel et al.,
2004).
Aktivitas Propolis: Anti angiogenesis dan Anti Metastasis
A. Penghambatan Propolis Lebah Madu pada
Angiogenesis, Invasi Tumor dan Metastasis
Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) yang
berasal dari propolis sudah diteliti pengaruhnya pada angiogenesis, invasi tumor dan metastasis. Suatu assay sitotoksik
CAPE pada sel-sel colon
adenocarcinoma CT26 menunjukkan penurunan viabilitas sel yang bergantung dosis,
tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada pertumbuhan sel-sel umbilical epithelial manusia (HUVEC).
Perlakuan CAPE konsentrasi rendah (1.5 µg/mL) menghambat 57.2% pembentukan
struktur seperti pembuluh kapiler dalam HUVEC yang dikulturkan pada Matrigel. Sel-sel CT26 yang diberi CAPE
(6 µg/mL) tidak hanya menunjukkan hambatan invasi sel hingga 47.8% tetapi juga
menurunkan ekspresi matriks metalloproteinase
(MMP)-2 dan MMP-9. produksi faktor pertumbuhan vascular endothelial (VEGF) dari CT26 juga dihambat oleh perlakuan
CAPE (6 µg/mL). Injeksi intraperitoneal CAPE (10 mg/kg/hari)
pada tikus BALB/c menurunkan kapasitas metastatik sel-sel CT26 dengan penurunan
level plasma VEGF. Perlakuan CAPE juga memperlama daya hidup (survival
capacity) tikus yang diimplantasi sel-sel CT26. Hasil-hasil tersebut
menunjukkan bahwa CAPE berpotensi sebagai agent
antimetastatik (Liao et al., 2003).
Terdapat
bukti yang dapat dipertimbangkan tentang dugaan adanya kaitan antara
angiogenesis dan inflamasi kronis. Blokade angiogenesis menghasilkan pengaruh
suatu anti-inflammatory. Ekstrak
etanol propolis (EEP) dan ekstrak ester propolis (REP), dan CAPE (salah satu
komponen aktif propolis) telah diuji untuk aktivitas anti-angiogenik-nya
menggunakan assay membran chorioallantoic
embrio ayam (CAM), dan proliferasi sel-sel pulmonary arterial endothelial
betis (CPAE). Keberadaan EEP, REP dan CAPE menghambat angiogenesis pada assay
CAM dan proliferasi sel-sel CPAE. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas
anti-angiogenesis dari EEP, REP dan CAPE juga bertanggung-jawab pada pengaruh
anti-inflammatoty (Song et al., 2002)
Aktivitas Propolis: Antitumor
5.
Aktivitas Antitumor
Artepillin C diekstrak dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinamic acid) mempunyai bobot molekul 300.40 dan
menunjukkan aktivitas anti bakteri. Ketika artepillin
C diaplikasikan pada sel-sel tumor malignan manusia dan tikus putih secara in vitro dan in vivo, menunjukkan efek sitotoksik dan secara nyata pertumbuhan
sel-sel tumor dihambat. Artepillin ini
juga ditemukan dapat merusak sel-sel tumor padat dan sel-sel leukemia dengan assay MTT, assay sintesis DNA, dan penelitian morfologi secara in vitro. Ketika xenograft sel-sel tumor manusia ditransplantasikan ke “tikus
gundul”, efek artepillin C yang
paling nyata terlihat pada carcinoma dan melanoma
malignant. Apoptosis, mitosis
abortif, dan terkombinasi dengan nekrosis masif teridentifikasi dengan
observasi histologi setelah injeksi intra-tumor 500 g artepillin C tiga kali seminggu. Selain itu untuk penekanan
pertumbuhan tumor, terjadi peningkatan rasio CD4/CD8 sel-T dan jumlah total
Sel-T pembantu. Penemuan-penemuan itu mengindikasikan bahwa artepillin C mengaktifkan sistem immune
dan menunjukkan kasiat sebagai anti-tumor langsung (Kimoto et al., 1998).
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
CAPE,
propolis,
ROS,
SOD
Aktivitas Propolis: Anti Agen Penyebab Tukak atau Tukak
4.
Anti Agen penyebab Tukak (Borok)
Madu dan
propolis sebagai pengelola luka-luka (ulcers) kronis pada kulit sudah ditemukan dan dilaporkan oleh Tossoun et al. (1997). Pengaruh penghambatan
propolis Bulgaria pada bakteri Helicobacter
pylory secara in vitro telah
ditelitioleh Boyanova et al. (2003). Aktivitas dari ekstrak etanol propolis (EEP)
30% telah dievaluasi pada 38 H. pylori yang
diisolasi secara klinis dengan metode difusi “agar-well”. Etanol 30% digunakan sebagai kontrol. Selain itu, pengaruh propolis pada
pertumbuhan 26 strain H. pylori dan
18 strain Campylobacter telah diuji
dengan metode difusi cawan petri (disc
diffusion dengan menggunakan 30, 60, dan 90 µl EEP atau 30 µl per lubang (well) masing-masing dengan ukuran
pertumbuhan 17.8, 21.2, 28.2 dan 8.5 mm. EEP secara signifikan melih aktif
dibanding etanol melawan H. pylori (P
< 0.001). Hasil-hasil yang diperoleh dengan metode difusi cawan menunjukkan
karakter yang sama. Penggunaan propolis basah (moist) menghasilkan diameter penghambatan pertumbuhan sebesar 21.4
mm untuk H. pylori dan 13.6 mm untuk Campylobacter spp. Propolis kering menunjukkan efek antibakteri
terhadap 73.1% isolat H. pylori,
dengan kecenderungan penghambatan diameter pertumbuhan (15 mm) pada 36.4%
isolat lainnya. Penggunaan propolis kering menunjukkan penghambatan diameter
pertumbuhan 12.4 mm untuk H. pylori dan 11.6 mm untuk Campylobacter spp. Mereka menyimpulkan bahwa propolis Bulgaria
menunjukkan aktivitas anti bakteri yang perlu dipertimbangkan untuk H. pylori dan dapat menghambat
pertumbuhan Campylobacter jejuni dan C. coli (Kimoto et al., 1998).
Label:
kesiram minyak panas,
maag,
maag akut,
peroksida,
phenolic acid,
propolis,
radikal bebas,
ROS,
sehat sejahtera,
ulcer,
vitamin
Aktivitas Propolis: Anti Kuman dan Anti Inflamatori
2.
Anti-kuman dan Anti-parasit
Ekatrak etanol
propolis (EEP) dan ekstrak dimethyl-sulphoxide
propolis (DEP), aktif melawan Trypanosoma
cruzi (Higashi dan de Casro, 1995), dan lethal terhadap T. vaginaslis (Starzyk et al. 1977) – [Propolis juga mampu
menyembuhkan dan mencegah MALARIA – pengalaman pribadi, menjadi bekal praktis
selama bertugas di Papua dan Kalimantan].
3.
Anti Inflamatori (Peradangan)
Pengaruh ekatrak
etanol propolis (EEP) telah dievaluasi dengan adjuvant tikus arthritis. Pada inflamatori kronis hewan model,
indeks arthritis dapat ditekan oleh EEP (50 mg/kg/hari atau 100 mg/kg/hari,
P.O.). Selain itu kelemahan fisik yang disebabkan oleh tingkat keparahan
arthritis dapat dikurangi oleh EEP yang berbanding lurus dengan dosis. Efek
analgesik propolis ini diperoleh dengan uji kibasan-ekor, dan diperbandingkan
dengan prednisolone (2.5 mg/kg/hari,
P.O.) dan acetyl salicylic acid (100
mg/kg/hari, P.O.). Dalam edema kaki
belakang tikus carrageenan, yang
dilakukan untuk menguji pengaruh sub-fraksi EEP, sub-fraksi petroleum-ether (100 mg/kg, P.O.)
menunjukkan bahwa EEP menghambat pembengkakan kaki belakang, dan pada dosis 200
mg/kg, P.O. menunjukkan efek antiinflamatori yang nyata pada 3-4 jam setelah
injeksi carrageenan. Dari hasil ini
disimpulkan bahwa EEP memiliki efek anti-inflamatori pada inflamasi kronis dan akut (Park dan Kahng, 1999).
Sabtu, 30 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Anti Virus dan Anti Jamur
B. Anti Virus
Aktivitas in vitro dari 3-methyl-but-2-enyl caffeate yang diisolasi dari tunas pohon poplar
untuk melawan virus Herpes simplex tipe 1 telah diteliti. Para peneliti menemukan bahwa senyawa
tersebut merupakan konstituen kimia minor dari propolis, tetapi efektif dapat
mengurangi titer virus dan sintesis DNA virus secara (AMoros ewt al., 1994). Juga diketemukan bahwa ferulated isopentyl (diisolasi dari propolis) secfara nyata
menghambat infeksi virus influensa A1 Hong Kong secara in vitro (Serkedjieva et al.,
1997). Pemberian ekstak air propolis menurunkan tingkat kematian dan
meningkatkan survival tikus yang terinfeksi virus A/PR8?34 (HONI) (Ecsanu et al., 1981). Suatu triterpenoid yang
disebut melliferone, tiga triterpenoid
yang telah dikenal: moronic acid, anwuweizonic dan betulonic
acid, dan 4 senyawa aromatik yang telah dikenal dari propolis Brasil dan
diuji untuk aktivitas anti-HiV dalam H9 lymphocytes.
Moronic acid menunjukkan aktivitas
anti-HiV yang signifikan (Ito et al.,
2001).
Aktivitas Propolis: Anti Mikroba
1.
Aktivitas Anti Mikroba
A. Antibakteri
Banyak peneliti
telah menyelidiki aktivitas antibakteri propolis dan ekstrak terhadap strain
Gram-positif dan Gram-negatif dan mereka menemukan bahwa propolis memiliki
aktivitas antibakteri terhadap berbagai batang Gram-positif tetapi memiliki
aktivitas terbatas terhadap basil Gram-negatif (Vokhonina et al., 1969;. Akopyan et al.,
1970;. Grecianu dan Enciu, 1976).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
HiV,
melia propolis,
propolis,
radikal bebas,
regenerative
Senin, 25 Juni 2018
Aktivitas Propolis: Kandungan kimia
Konstituen
kimia Propolis
Propolis adalah
resin hijau gelap atau berwarna coklat dengan rasa yang menyenangkan dari tunas
poplar, madu, lilin dan vanili tetapi juga dapat memiliki rasa pahit. Ketika
dibakar, itu menunjukkan bau resin aromatik yang bernilai tinggi (Nikolaev,
1978). Komposisi kimia propolis serta warna dan aroma yang bervariasi sesuai
dengan zona geografis. Warnanya bervariasi dari hijau kekuningan sampai coklat
gelap, tergantung pada sumbernya dan umur propolis (Ghisalberti, 1979). Propolis
dapat disamakan dengan lem aromatik, yang keras dan rapuh ketika dingin, tapi
menjadi lembut dan sangat lengket ketika hangat. Komposisi dan sifat fisiko-kimia
propolis telah diselidiki (Ivanov, 1980). Propolis telahg dibuktikan mengandung
β-amilase (Kaczmarek dan Debowski, 1983), senyawa-senyawa polifenol, flavones,
flavonones, asam fenolat dan ester (Bankova et al, 1982;. Bankova et al,
1983;.. Bankova et al, 1988) dan asam lemak (Polyakov et al., 1988).
Aktivitas Propolis: Pendahuluan
PENDAHULUAN
Propolis adalah
campuran resin yang dikumpulkan dari pepohonan oleh Apis mellifera (lebah madu), yang digunakan sebagai bahan isolasi bangunan
di sarang lebah serta untuk menjaga kesehatan yang baik di dalam sarang (Greenaway
et al., 1990). Ia memiliki manfaat farmakologi yang penting dan dapat digunakan
untuk berbagai keperluan sebagai anti-inflamasi dan agen hipotensi (penurun
tekanan darah), stimulan sistem kekebalan tubuh, dan agen bakteriostatik dan
bakterisida, dan masih banyak kegunaan lain (Ghisalberti, 1979). Semua aplikasi
tersebut telah meningkatkan permintaan farmasi dan telah menjadi suatu subyek
yang menarik dalam berbagai penelitian. Propolis cukup kompleks komposisi
kimianya berupa fenol, tanin, polisakarida, terpen, asam aromatik dan aldehida,
dan berbagai senyawa lain (Asis, 1989; Koo dan Park, 1997). Di Argentina, INAL
(The National Food Institute) propolis telah diakui sebagai suplemen diet pada
tahun 1995 (file 2110-003755-4 di Argentina Food Code) (Gonzalez et al., 2003).
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
flavonoid,
halitosis,
kesaksian,
kesiram minyak panas,
kuno,
multi level marketing,
mumi
Aktivitas Propolis - Abstrak
Aktivitas biologi Propolis Lebah Madu dalam
Kesehatan dan Penyakit
oleh Mahmoud Lotfy
[Departemen
Molekuler dan Biologi Seluler, Institut Penelitian Rekayasa Genetika dan
Bioteknologi, Universitas Minufiya, Sadat
City, Minufiya, Mesir] - Asian Pac J Cancer Prev, 7, 22-31
Abstrak
Propolis adalah
produk alami yang berasal dari resin tanaman yang dikumpulkan oleh lebah madu. Propolis
digunakan oleh lebah sebagai lem, kegunaan umum sebagai penyegel, dan sebagai bahan
pertahanan koloni dalam sarang. Propolis telah digunakan dalam obat rakyat selama
berabad-abad. Telah diketahui bahwa propolis memiliki aktivitas sebagai anti
mikroba, antioksidan, anti-ulkus dan anti-tumor. Oleh karenanya, propolis telah
menarik banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir sebagai zat yang berguna
atau potensial untuk digunakan dalam produk pengobatan dan kosmetik. Selain
itu, sekarang banyak digunakan dalam makanan dan minuman dengan klaim bahwa propolis
dapat mempertahankan atau meningkatkan kesehatan manusia. Komposisi kimia
propolis cukup rumit. Lebih dari 300 senyawa seperti polifenol, aldehida fenolat,
quinines sequiterpene, coumarin, asam amino, steroid dan senyawa-senyawa anorganik
telah diidentifikasi terkandung dalam sampel propolis. Kandungan propolis
tergantung pada lokasi pengumpulan, waktu dan sumber tanamannya. Akibatnya,
kegiatan biologis propolis yang dikumpulkan dari daerah fitogeografi dan
periode yang berbeda sangat bervariasi. Dalam ulasan ini, aktivitas propolis
lebah akan disajikan dengan penekanan khusus pada aktivitas propolis sebagai antitumor.
Label:
anti bakteri,
anti inflammatory,
anti kanker,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
estrogenic,
flavonoid,
maag akut,
melia propolis
Jumat, 11 Mei 2018
RAMADHAN 1440 H
Ramadhan 1439 H tinggal sehari lagi datang. “Marhaban ya Ramadhan” akan segera dikumandangkan. Delapan tahun yang lalu di TV ada iklan oleh Dedy Mizwar tentang bagaimana mengatasi napas tak sedap selama berpuasa, dengan pasta gigi tertentu. Tapi, efektifkah pasta gigi menjaga kesegaran mulut jika bau tak sedap napas berasal dari bagian dalam perut atau kerongkongan? Kecuali jika setelah dikumur-kumur, air kumurannya ditelan… he he he. Tetapi apa ya diijinkan oleh pabriknya, konsumen meminum air kumuran pasta gigi?
Bau napas tak sedap istilah medisnya HALITOSIS, dapat diatasi dengan mengonsumsi propolis. Caranya, ketika mengakhiri makan sahur, kumur-kumur air 1/2 gelas yang ditetesi 5 tetes Melia Proppolis dan air kumuran ditelan, kemudian ketika mengawali buka puasa, berkumur lagi air 1/2 gelas dengan 5 tetes propolis dan air kumuran ditelan. Sehari perlu 10 tetes per orang = 15 ml selama RAMADHAN. Berikut adalah hitung-hitungan kebutuhan uangnya selama sebulan berpuasa jika mengonsumsi teratur Melia Propolis dan Melia Biyang.
Berapa biaya yang harus Anda keluarkan sekeluarga dengan mengonsumsi Melia Propolis dan Melia Biyang selama berpuasa Ramadan (dianggap 30 hari). Dengan keuntungan yang sangat jelas: Anda terbebas dari masalah bau napas tak sedap selama berpuasa, memperoleh kesehatan dan kebugaran prima selama menjalankan ibadah puasa dan memperoleh peluang bisnis SANGAT DAHSYAT dengan penghasilan mencapai Rp 1,200,000 SEHARI dari modal yang dikeluarkan sekali selamanya hanya senilai Rp 1,175,000.
Inilah hitungannya:

Nah, masih jauh lebih murah dibandingkan harga jajanan untuk berbuka, bukan?
Mari segera bergabung dan menyiapkan Propolis dan Biyang menghadapi Ramadan 1440 H dan melaksanakan ibadahnya dengan penuh semangat, bugar dan percaya diri, karena bebas dari persoalan BAU NAPAS TAK SEDAP.


Senin, 22 Januari 2018
Makin Mudah, Makin Murah
Berlaku sejak 22 Januari 2018, PT MSS meningkatkan kemudahan menjadi MEMBER dan menjalankan Bisnis RETAIL produk MLM.
MEMBERSHIP:
MEMBERSHIP:
- SILVER; Belanja produk senilai 400 PV (Rp 440,000) + biaya pendaftaran Rp 75.000
- GOLD; Belanja produk senilai 1000 PV (Rp 1,100,000) + biaya pendaftaran Rp 75,000
Pilihan Produk dan Harga:
PELUANG PENGHASILAN
Info lebih lanjut: mssdramaga@yahoo.com atau mssdramaga@gmail.com
Sabtu, 20 Januari 2018
Segitiga Antioksidan Propolis
Propolis telah diteliti kandungan
bahan aktifnya sejak lama. Komponen zat berkasiat propolis terbanyak adalah
senyawa-senyawa fenolat (phenolic compounds)
dan flavonoid. Kandungan bahan aktif propolis dipengaruhi oleh asal-usul
propolis dan vegetasi yang terdapat di lingkungannya. Namun demikian propolis
dari berbagai lokasi memiliki kesamaan kasiat secara farmakologi sebagai: immunomodulatory
(meningkatkan imunitas tubuh), anti bakteri, anti jamur, anti virus, anti
inflamasi (luka-bakar dan “luka dalam”), penyembuhan luka luar, obat bius dan
penghilang rasa nyeri (anastesi dan analgesik) dan anti karsinogenik (anti kanker).
Berbagai penyakit fisiologi manusia
umumnya dimediasi oleh adanya “inflamasi” jaringan yang disebabkan oleh stres
oksidatif (kekurangan antioksidan). Hal ini terjadi karena semua kegiatan
metabolisme seluler selalu menghasilkan radikal
bebas (zat oksidator) yang perlu dinetralkan oleh antioksidan yang juga dihasilkan
secara berimbang oleh mekanisme metabolisme juga atau asupan dari luar lewat
makanan. Ketika antioksidan yang dihasilkan oleh metabolisme seluler tidak
mencukupi untuk menetralkan radikal bebas maka akan terjadi stres oksidatif.
Stres oksidatif ini akan
menimbulkan “inflamasi” pada jaringan atau sel-sel tubuh dan menimbulkan
berbagai macam penyakit fisiologis (deteriorative diseases). Berbagai
penyakit itu mencakup diabetes mellitus, gangguan-gangguan
pembuluh darah karena terjadinya endapan-endapan (clot) di dalam pembuluh
darah, gangguan hati, ginjal bahkan dapat menyebabkan perubahan sifat-sifat sel
menjadi sel-sel kanker. Munculnya berbagai gangguan tersebut sering terjadi
terkait dengan diabetes mellitus dan
sebaliknya, penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan diabetes. Dengan
demikian kunci dari berbagai masalah penyakit fisiologi tersebut, termasuk
kanker dan bahkan juga penyakit-penyakit patogenik (akibat bakteri dan virus)
adalah ketersediaan antioksidan yang cukup untuk menetralkan atau menyingkirkan
(scavenging)
radikal bebas yang dihasilkan oleh metabolisme seluler dan yang diproduksi oleh aktivitas patogen.
Propolis telah terbukti memiliki
aktivitas antioksidan yang sangat kuat karena kandungan senyawa fenolik dan flavonoidnya.
Secara skematis aktivitas propolis sebagai antioksidan dapat digambarkan
seperti segitiga antioksidan propolis berikut.
Pada gambar segitiga antioksidan
propolis di atas terlihat bahwa propolis dapat mencegah atau mengurangi stres
oksidatif. Pengurangan stres oksidatif ini dapat mengurangi atau mencegah
berbagai penyakit fisiologis yang dimediasi oleh inflamasi jaringan, termasuk
diabetes. Pengurangan stres oksidatif juga dapat mencegah terjadinya endapan
dalam pembuluh darah, terutama sistem pembuluh darah pada jantung, mencegah
penyakit-penyakit terkait dengan penyumbatan pembuluh darah pada jantung.
Pengaruh propolis pada pembuluh
darah tersebut juga menjamin plastisitas pembuluh darah di seluruh tubuh.
Pembuluh darah yang sehat dapat mencegah terjadinya pembentukan pembuluh darah (angiogenesis) yang diinisiasi oleh
sel-sel kanker. Jika kumpulan sel-sel kanker gagal menstimulasi pembuluh darah
ke kelompoknya, maka pertumbuhannya akan terhenti karena tidak ada pasokan
nutrisi lewat darah. Sel-sel kanker yang tidak berkembang akan mati dan kanker
tidak jadi tumbuh, karena kekuatan sabotasenya
tidak kuat dan pasokan nutrisi tetap terjadi kepada sel-sel sehat di
sekitarnya. Sel-sel kanker akan kelaparan dan akhirnya mati.
Dengan demikian secara ringkas
kekuatan antioksidan propolis mampu mencegah berbagai penyakit fisiologi karena
dapat menetralkan radikal bebas hasil aktivitas metabolisme seluler dan yang
dihasilkan oleh infeksi patogen. Ternetralisasikannya radikal bebas dapat
melindungi tubuh dari inflamasi internal
yang akibatnya dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai penyakit fisiologi,
termasuk diantaranya yang paling penting adalah DIABETES MELITUS.
Selanjutnya aktivitas antioksidan
tersebut dapat mencegah terjadinya endapan-endapan di dalam pembuluh darah
sehingga mampu melindungi jantung dari penyakit-penyakit kardiovaskular.
Terakhir, pembuluh darah yang sehat dan ketersediaan antioksidan di dalam
jaringan yang mencukupi dapat mencegah proses angiogenesis di kelompok sel-sel
kanker yang sedang berkembang, sehingga kekurangan pasokan nutrisi. Hasilnya
adalah propolis dapat dijadikan sebagai herbal pencegah pertumbuhan sel-sel
kanker bahkan penyembuh kanker. [WDW 2018-01-20]
Disarikan dari:
Daleprane
JB, Abdalla DS. 2013. Emerging Roles of Propolis: Antioxidant,
Cardioprotective, and Antiangiogenic Actions. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine
2013(4):175135
[https://www.researchgate.net/publication/236676194_Emerging_Roles_of_Propolis_Antioxidant_Cardioprotective_and_Antiangiogenic_Actions]
Label:
anti aging,
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti virus,
antioksidan,
bee propolis,
carcinogenic,
cardiovaskular,
flavonoid,
HiV,
melia propolis,
phenolic acid,
ROS,
SOD
Minggu, 08 Oktober 2017
Produk Baru MSS: 3. AA - Whitening Cream
3. Anti Aging Whitening Cream
Harga: Rp 357,500 per 10 ml. Harga Member: Rp 302,500
Pendaftaran Member: Rp 125,000
Belanja minimal member baru: Rp 1,100,000
Harga: Rp 357,500 per 10 ml. Harga Member: Rp 302,500
Pendaftaran Member: Rp 125,000
Belanja minimal member baru: Rp 1,100,000
Produk Baru MSS: 2. Platinum Serum
2. Stem Cell Cleanser
Harga: Rp 357,500 per 10 ml. Harga Member: Rp 302,500
Pendaftaran Member: Rp 125,000
Belanja minimal member baru: Rp 1,100,000
Harga: Rp 357,500 per 10 ml. Harga Member: Rp 302,500
Pendaftaran Member: Rp 125,000
Belanja minimal member baru: Rp 1,100,000
Produk Baru MSS : 1. SC Cleanser
Harga: Rp 495,000 per 50 ml. Harga Member: Rp 412,500
Pendaftaran Member: Rp 125,000
Belanja minimal member baru: Rp 1,100,000
Jumat, 21 April 2017
SPEK MELIA PROPOLIS
PT Melia Sehat Sejahtera memasarkan produk kesehatan andalannya, MELIA PROPOLIS. Sekarang dengan 3 macam kemasan botol: 6 ml, 30 ml dan 55 ml, dengan harga RITEL (ke konsumen non-member):
1. Kemasan 6 ml, Rp 110,000/botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 275,000/botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 440,000/botol
Harga member (kulakan ke STOKIS):
1. Kemasan 6 ml, Rp 93,500; cashback Rp 21,250 per botol
2. Kemasan 30 ml, Rp 236,500, cashback Rp 53,750 per botol
3. Kemasan 55 ml, Rp 396,000, cashback Rp 90,000
Kasiat dan kegunaan Melia Propolis:
Spesifikasi Melia Propolis:
Manfaat: Membantu memelihara daya tahan tubuh
Kandungan: 900 mg propolis liquid per ml
Aturan Pakai: 5 tetes Melia Propolis, larutkan ke dalam 1 gelas air putih; minum 2 x sehari (sebaiknya sebelum makan)
Penyimpanan: simpan di bawah suhu 30 derajad C, hindari dari cahaya matahari langsung
Diproduksi oleh:HERBAL SCIENCE SDN, BHD, Petaling Jaya, Selangor, Malaysia
Diimpor dan didistribusikan oleh: PT MELIA SEHAT SEJAHTERA, Jakarta, Indonesia
Ijin Badan POM: TI. 124 646 701
--------------------------------
Peluang Penghasilan:
1. RITEL (RESELLER) margin harga konsumen - harga member minimal 10%
2. Pengembangan Jaringan (MLM):
- Bonus rekrutmen (sponsor) 15,9% harga member
- Leadership: 5,11% omset perkembangan jaringan binary (2 kiri -2 kanan)
- Unilevel: hingga Rp: 173 juta sebulan
Label:
anti bakteri,
anti diabetik,
anti inflammatory,
anti kanker,
antioksidan,
bee propolis,
benjolan di rahim,
bonus,
multi level marketing,
propolis,
radikal bebas,
reparative,
stroke
Langganan:
Postingan (Atom)







